6 Wanita di Nganjuk Jadi Korban Pemerkosaan Selama Ramadhan

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 13:20 WIB
Ada enam wanita di Nganjuk yang jadi korban pemerkosaan selama Ramadhan. Ironisnya, dua dari enam pelaku merupakan ayah kandung dan paman korban.
Jumpa pers Polres Nganjuk/Foto: Sugeng Harianto
Nganjuk -

Ada enam wanita di Nganjuk yang jadi korban pemerkosaan selama Ramadhan. Ironisnya, dua dari enam pelaku merupakan ayah kandung dan paman korban.

"Jadi kita ungkap kasus selama Bulan Ramadhan ada enam kasus persetubuhan dan pemerkosaan. Pelaku ada yang ayah kandung, ayah tiri dan juga paman kepada keponakan," ujar Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Pratama kepada wartawan saat rilis, Jumat (21/5/2021).

Yang ayah kandung, kata Harvi, mengaku dua kali melakukan persetubuhan. Pelaku beralasan merasa kesepian karena sang istri meninggal. Sedangkan yang ayah tiri mengaku memperkosa korban karena merasa kurang puas dengan istri.

"Untuk ayah kandung inisial SYT (41) mengaku kesepian sang istri meninggal dunia. Sedangkan pelaku ayah tiri mengaku jika istri kurang memuaskan hingga menyetubuhi anak tirinya," kata Harvi.

Ia juga mengatakan, ayah tiri berinisial AP (35) itu merupakan warga Kecamatan Warujayeng. Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan pemerkosaan kepada anak tirinya yang masih di bawah umur sebanyak dua kali.

Sementara Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bagas mengatakan, pelaku dalam kasus persetubuhan dan pemerkosaan lainnya merupakan tetangga korban.

"Ada yang pelaku usia di atas 60 tahun korban usia 12 tahun," ungkap Nikolas.

Nikolas menambahkan, enam kasus tersebut terungkap atas laporan kerabat korban. "Jadi terungkapnya kasus persetubuhan dan pemerkosaan ini karena laporan kerabat sendiri," pungkasnya.

(sun/bdh)