Lebaran Ketupat Saat Pandemi, Jalan Desa Diportal Hingga Tak Ada Arak-arakan

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 08:10 WIB
Jelang Lebaran Ketupat, Jalan-jalan Kampung Durenan Trenggalek dipasang Portal
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek -

Sejak pandemi COVID-19 perayaan lebaran ketupat (kupatan) di Trenggalek tak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah melakukan pembatasan kunjungan. Mulai pasang portal di jalan kampung hingga peniadaan arak-arakan.

Salah seorang warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan Redy Hardianto, mengatakan pemasangan portal itu dilakukan secara gotong-royong oleh masyarakat sejak Rabu sore. "Dipasang di jalan-jalan akses utama kampung," kata Redy, Jumat (21/5/2021).

Menurutnya pemasangan portal itu serentak dilakukan di berbagai titik ruas jalan di seluruh Kecamatan Durenan. Termasuk desa yang berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung.

"Mulai Kendalrejo sampai Kamulan, Baruharjo sama, dilakukan pembatasan seperti ini," ujarnya.

Redy menjelaskan portal yang terpasang tersebut dijaga oleh tim gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP maupun masyarakat. Warga dari luar daerah tidak diperkenankan masuk guna menghindari terjadinya kerumuman massa.

"Ini sudah kali kedua. Sebetulnya sebagian masyarakat juga ada yang mengeluh atau nggrundel terkait ini, tapi mau bagaimana lagi, kalau tidak dilakukan pembatasan bisa ribuan orang datang ke Durenan, untuk kupatan," ujarnya.

Sementara Kabag Ops Polres Trenggalek Kompol Supiyan, mengatakan untuk pengaman perayaan kupatan di Kecamatan Durenan pihaknya menerjunkan sekitar 350 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dishub, Satgas COVID-19 serta masyarakat.

"Kalau untuk yang Rabu malam 150 personel, sedangkan kemarin 350 personel gabungan. Tim kami siagakan di akses-akses utama di sekitar ruas jalan nasional," kata Supiyan.

Menurutnya sesuai dengan surat edaran Pemkab Trenggalek, perayaan lebaran ketupat hanya dilakukan di lingkungan keluarga masing-masing dan tidak diperkenankan melakukan anjangsana ke rumah-rumah warga yang lain.

"Warga dari luar desa tidak boleh masuk, akan kami putar balik," jelasnya.

Dari pantauan detikcom, sebagian masyarakat terpaksa putar balik, namun sebagian lain nekat mencari jalur-jalur kecil yang luput dari penjagaan. Selain itu ada juga masyarakat yang memanfaatkan jam-jam longgar untuk melintas jalur yang diportal.

"Saya lewat jalan kecil, ya mau bagaimana lagi di sini tradisinya berlebaran pada saat kupatan," kata salah seorang warga, Abid.

Pengalaman berbeda disampaikan Wawan. "Kalau saya berkunjung ke Ngadisuko kemarin lewat jalan utama kampung, saat masuk ada penjagaan tapi portal dibuka. Tapi pas pulangnya ditutup, akhirnya memutar lewat Bandung Tulungagung," kata Wawan.

Saat ini sejumlah ruas jalan yang sebelumnya dipasang portal telah dibuka, akses masyarakat pun kembali normal. Tradisi lebaran di Kecamatan Durenan Trenggalek cukup unik, karena warga biasanya baru melakukan open house dan anjangsana pada hari ke-8 lebaran.

Karena mulai hari ke-2 lebaran warga biasanya melaksanakan puasa sunnah Syawal. Pada saat perayaan kupatan, ribuan warga lokal dan dari berbagai daerah saling beranjangsana dan bermaaf-maafan.

(fat/fat)