Perampok yang Bunuh Ibu Hamil di Malang Tertangkap

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 16:45 WIB
pembunuhan di malang
Perampok yang membunuh ibu hamil di Malang ditangkap (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Pelaku pencurian motor berujung pembunuhan terhadap ibu hamil di Kabupaten Malang, tertangkap. Pelaku diamankan di di Desa Sendeng, Labang, Bangkalan, Madura.

Usai kejadian, polisi langsung menggelar serangkaian penyelidikan, berdasarkan keterangan saksi serta alat bukti. Identitas pelaku akhirnya berhasil diungkap.

"Pelaku berinisial RM (33), warga Dusun Kengenan, Burneh, Bangkalan, Madura," kata Kapolres Malang Hendri Umar saat konferensi pers di Mapolres Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Kamis (20/5/2021).

Hendri mengatakan bagaimana kronologi dari kejadian pembunuhan tersebut. Pelaku mulanya mengintai rumah korban bernama Mujihati (25), warga Jalan Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Tujuannya, memastikan jika di dalam rumah hanya ada korban sedangkan anggota keluarga yang lain sudah pergi beraktivitas (bekerja dan salat Idul Fitri). Kemudian pelaku masuk ke rumah korban melalui pintu garasi yang terbuka setengah. Pelaku memiliki niat membunuh setelah aksinya dipergoki korban.

Selanjutnya, pelaku menusuk korban berkali-kali dengan sebuah gunting rambut dan menggorok leher korban menggunakan pisau dapur.

"Setelah menganiaya korban, pelaku membawa kabur motor milik korban. Karena penganiayaan pelaku, korban meninggal dunia setelah dirawat selama 7 hari," ujar Hendri Umar.

Sementara identitas pelaku dapat terungkap dari hasil keterangan saksi-saksi yang mengetahui terduga pelaku berada di sekitar tempat cukur rambut milik pelaku. Pelaku merupakan tukang cukur rambut dan usaha tempat cukurnya tak jauh dari rumah korban. Ketika itu saksi hendak berangkat mengikuti salat Idul Fitri.

"Dalam penyelidikan ditemukan barang bukti berupa masker bekas darah dan pelaku mudik ke kampung halamannya. Setelah itu dilakukan penangkapan," tegas Hendri.

Tersangka dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) KUHP serta Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal penjara paling lama 15 tahun dan tujuh tahun.

(iwd/iwd)