Diduga Meninggal Tak Wajar, Makam Warga di Malang Dibongkar

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 14:33 WIB
pembongkaran makam
Pembongkaran makam Siti yang kematiannya diduga tak wajar (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Polisi membongkar makam Siti Chotimah (41) di TPU Sukorejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Pembongkaran makam dilakukan atas permintaan keluarga yang menduga kematian korban tak wajar.

Siti ditemukan meninggal di waduk Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang pada Sabtu (20/3) pagi. Adik kandung korban, Abdulrohman (34), mengatakan, kejanggalan kematian korban diketahui saat keluarga memandikan jenazah.

"Saat memandikan jenazah, ada luka di bagian kaki, lengan dan kepala. Kami meyakini ada kejanggalan, maka dari itu keluarga meminta ada autopsi dengan membongkar makam," terang Abdulrohman kepada wartawan di TPU Sukorejo, Kamis siang.

Abdulrohman mengatakan kondisi jenazah kakak kandungnya utuh. Saat kejadian, korban disebut baru melahirkan bayi kembar, yang masih berusia 12 hari.

"Baru melahirkan bayi kembar, saat kejadian bayi baru berusia 12 hari. Sudah menikah 1,5 tahunan," akunya.

Abdulrohman menambahkan informasi yang diterima keluarga, sebelum kejadian korban pergi meninggalkan rumah pada Kamis (18/3), malam. Lusa harinya, ditemukan sepasang sandal jepit milik korban di jembatan Blobo, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Lokasi sandal ditemukan tak jauh dari lokasi tempat tinggal suami korban.

"Baru hari Sabtunya, korban ditemukan meninggal di waduk Sengguruh," kata Abdulrohman.

Menurut Abdulrohman, dengan adanya proses autopsi, keluarga ingin mengetahui penyebab pasti kematian korban. Selama ini, korban diduga bunuh diri dengan meloncat ke aliran sungai.

"Kami sekeluarga ingin mengetahui pasti penyebab kematian korban, dengan dilakukan autopsi," tandasnya.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan pembongkaran makam atas permintaan keluarga untuk bisa dilaksanakan autopsi.

"Ada di luar keluarga inti yang tak puas dan mengajukan permohonan bongkar jenazah, karena perlu jenazah dilakukan autopsi. Dan pagi tadi, proses itu dilakukan," kata Hendri Umar.

Hendri menambahkan pihaknya masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan dokter forensik. Namun, sementara hasilnya diketahui tidak ada tanda-tanda kekerasan.

"Hasilnya belum, tapi sementara diketahui tidak ada tanda-tanda kekerasan, penganiayaan ataupun pembunuhan. Jadi luka-luka yang ada karena murni kecelakaan," imbuh Hendri.

Seperti diberitakan, Siti Chotimah (41), diduga bunuh diri. Mayatnya ditemukan di waduk Sengguruh. Sebelum pergi meninggalkan rumah, Siti meninggalkan surat bertulis 'Yank aq pergi'.

(iwd/iwd)