Jenazah Ayah Pengacara di Surabaya Akhirnya Dipindah dari Makam COVID-19

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 11:50 WIB
Jenazah mendiang Erwan Siswoyo, ayah dari Dino Wijaya akhirnya dibongkar dan dipindahkan dari TPU Keputih blok COVID-19. Pemindahan jenazah dilakukan setelah Dino menang dalam gugatan di PTUN.
Jenazah Erwan Siswoyo dipindahkan dari TPU Keputih blok COVID-19/Foto: Amir Baihaqi/detikcom
Surabaya -

Jenazah mendiang Erwan Siswoyo, ayah dari Dino Wijaya akhirnya dipindahkan dari TPU Keputih blok COVID-19. Pemindahan jenazah dilakukan setelah Dino menang dalam gugatan di PTUN.

Pantauan di lokasi, proses pembongkaran makam dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. Petugas makam kemudian memindahkan jenazah ke peti jenazah baru yang telah disiapkan oleh pihak keluarga.

"Pada hari ini kami selaku pengacara dari penggugat yang telah menang gugatan di PTUN terkait pemindahan jenazah telah dilakukan," kata Feldo Keppy, kuasa hukum keluarga di lokasi, Selasa (6/4/2021).

Menurut Feldo, usai dibongkar, jenazah langsung diberangkatkan ke pemakaman keluarga di TPU Asri Abadi Lawang, Malang. Proses pemindahan itu memakan waktu sekitar 1,5 jam, disaksikan seluruh keluarga mendiang, kemudian diberangkatkan sekitar pukul 08.30 WIB dengan pengawalan dari pihak kepolisian.

"Dipindahkan ke TPU Asri Abadi Lawang, Malang. Semua keluarga putra dan putri yang ada di Jakarta juga sudah sejak kemarin di Surabaya, untuk menghadiri pemindahan makam," terang Feldo.

"Kami juga mengucapkan terima kasih pihak-pihak yang telah membantu proses pemindahan dengan lancar," imbuh Feldo.

Sebelumnya, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya mengabulkan gugatan Dino yang merupakan seorang pengacara juga, untuk memindahkan jenazah ayahnya dari TPU Keputih. Dino dan keluarganya akhirnya bernapas lega.

Dalam amar putusannya, PTUN memerintahkan tergugat 1 dan 2 untuk mencabut pembatalan Surat Izin Pemindahan jenazah/kerangka No: 469/156/SIPPJ/UPTSA-T/436.7.4/2020. Surat Rekomendasi Penggalian Jenazah Nomor: 474.3/25861/436.7.2/2020. Tak hanya itu, tergugat 1 dan 2 juga dihukum membayar biaya perkara senilai Rp 495 ribu.

Dinkes dan DKRTH Pemkot Surabaya kalah dalam kasus gugatan pembatalan pengangkatan dan pemindahan jenazah dari blok COVID-19 di TPU Keputih.

Kasus itu berawal saat Dino dan keluarganya meminta izin memindahkan jenazah ayahnya Erwan Siswoyo dari blok khusus COVID-19. Sebab Dino percaya, ayahnya meninggal bukan karena COVID-19, namun oleh pihak rumah sakit jenazah direkomendasikan dimakamkan di blok COVID-19 Keputih.

Setelah diurus perizinannya, keluarga mendapatkan surat izin pengangkatan dan pemindahan jenazah. Namun masalah muncul, karena tiba-tiba Dinkes dan DKRTH Pemkot menganulir surat pemindahan jenazah itu saat akan dipindahkan pada Rabu 29 Juli 2020.

(sun/bdh)