BNNP Jatim Amankan 4 Kg Sabu yang Akan Dibawa ke Madura

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 13:48 WIB
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim membongkar kasus narkotika di Surabaya. Empat kilogram sabu diamankan dari dua tersangka.
Jumpa pers BNNP Jatim/Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Surabaya -

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim membongkar kasus narkotika di Surabaya. Empat kilogram sabu diamankan dari dua tersangka.

Kedua tersangka yakni AR (32) warga Bangkalan, Madura dan BS (26) warga Jakarta Barat. Mereka diamankan oleh petugas BNNP Jatim di exit Tol Waru Gunung, Kecamatan Karangpilang, Surabaya pada Selasa (18/5) sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat itu mereka hendak mengirim sabu ke Madura. "Kita buntuti, akhirnya kita tangkap di exit Tol Waru Gunung dan yang menjadi tersangka adalah AR dan BS," ujar Kepala BNNP Jatim Brigjen M Aris Purnomo kepada wartawan di kantornya, Kamis (20/5/2021).

Aris mengatakan, kedua tersangka membawa sabu dari Jakarta dengan menggunakan mobil Toyota Avanza bernopol F 1030 GT. Mobil berwarna abu-abu metalik itu melaju dengan tujuan Bangkalan, Madura. Sabu itu merupakan pesanan dari FZ yang saat ini menjadi DPO.

"Pada saat ditangkap di dalam mobilnya kita dapati empat bungkus sabu seberat dengan netto 4.003,22 gram (4 kg lebih) yang terbungkus plastik putih yang dimasukkan ke dalam kresek warna merah. Kemudian dimasukkan tas goody bag warna hijau ditutupi pakaian dan dimasukkan ke tas kain warna merah muda," ungkap Aris.

Saat dilakukan pendalaman oleh petugas BNNP Jatim, menurutnya, AR mengaku mendapatkan sabu dari seseorang berinisial HS di Jakarta, yang saat ini juga DPO.

"Dan kedua tersangka berkenalan, karena sama-sama menjalani hukuman dalam kasus narkotika di Lapas Cipinang. Jadi mereka ini berkenalan, setelah sama-sama keluar maka kemudian tetap melanjutkan bisnis narkotika ini," lanjut Aris.

Atas kejahatan yang dilakukan kedua tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni 4 kg sabu, 4 handphone dan satu mobil Toyota Avanza. Keduanya terancam dijerat Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tentang narkotika.

(sun/bdh)