Persiapan Guru di Kota Pasuruan Jelang Belajar Tatap Muka

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 17:10 WIB
Senangmya Guru Belajar Tatap Muka Dimulai di Pasuruan
Gus Ipul sidak persiapan sekolah tatap muka (Foto: Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan -

Uji coba belajar tatap muka di sekolah-sekolah Kota Pasuruan disambut antusias para guru. Mereka mengaku sudah jenuh lebih setahun melakukan belajar daring.

Ungkapan kebahagiaan disampaikan para guru SDN Kebonagung, ke Wali Kota Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Gus Ipul melakukan sidak di SD di Kecamatan Purworejo memastikan kesiapan sekolah tatap muka.

"Ini bagian persiapan kita untuk memulai uji coba sekolah tatap muka besok tanggal 20 Mei. Syarat dan ketentuan sekolah menggelar tatap muka sudah ditetapkan dinas pendidikan secara rinci," kata Gus Ipul, Rabu (19/5/2021).

Syarat belajar tatap muka semua tenaga pendidik harus sudah vaksin, seluruh ruangan disemprot disinfektan, tersedia tempat cuci tangan, memiliki alat pemeriksaan suhu tubuh dan fasilitas jaga jarak. Seluruh bagian sekolah juga harus bersih.

"Murid harus dalam kondisi sehat, berangkat diantar dengan prokes dan bawa bekal sendiri dari rumah," jelas Gus Ipul.

Selain itu, setiap sekolah harus memiliki satgas COVID-19. Satgas bertanggungjawab dan memantau seluruh rangkaian belajar tatap muka tetap sesuai prokes. "Satgas kerjasama dengan eksternal, klinik terdekat dan satgas COVID-19 kecamatan," jelasnya.

Data Pemkot Pasuruan, ada 67 SD negeri dan swasta serta 29 SMP negeri dan swasta. Gus Ipul memastikan semua sekolah siap menggelar belajar tatap muka.

"Besok akan saya cek lagi ke sekolah-sekolah. Untuk masa uji coba dua minggu ke depan, jumlah siswa 30 persen dari total siswa. Nanti saat tahun ajaran baru Juli, akan diterapkan 50 persen," ungkap Gus Ipul.

Kepala SDN Kebonagung, Hamidah, memastikan sekolahnya siap menggelar belajar tatap muka. Sarana-prasarana sudah disiapkan, termasuk 40 tempat cuci tangan. Pihaknya juga memberikan face shield pada guru dan siswa.

"Uji coba belajar tatap muka dilakukan selama 2 jam diikuti 30 persen dari jumlah keseluruhan siswa. Kami sangat senang sekali dimulai belajar tatap muka, mengurangi stres. Sejak 16 Maret 2020 belajar daring," terang Hamidah.

Guru kelas 3, Nanik Ismi Barokah kelas 3 juga menyampaikan rasa bahagianya. "Senang sekali. Perasaannya sekarang seperti guru baru yang mau mengajar," ungkap Nanik.

(fat/fat)