Khofifah Minta Sekolah Bentuk Satgas COVID untuk Pembelajaran Tatap Muka

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 10:43 WIB
pemprov jatim
Gubernur Khofifah saat bertemu dengan PGRI dan MKKS (Foto: Dok. Pemprov Jatim)
Surabaya -

Pemprov rencananya akan memulai pembelajaran tatap muka pada tahun pelajaran baru 2021/2022 atau sekitar awal Juli 2021. Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta sekolah membentuk satgas COVID-19.

Khofifah ingin satgas yang dibentuk selalu memastikan sekolah tetap aman. Khofifah juga memastikan semua persiapan mulai dari vaksinasi guru SMA, SMK, dan SLB harus selesai 100 persen, protokol kesehatan dijalankan dengan ketat, serta jam belajar, dan jumlah persentase siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka disiapkan dengan matang.

Satgas ini, lanjut Khofifah bisa diisi dengan guru dan murid yang tergabung dalam OSIS di sekolah tersebut.

"Satgas COVID-19 di masing-masing sekolah harus dipastikan clear. Kalau tidak ada satgasnya, maka guru akan kesulitan untuk menertibkan disiplin protokol kesehatan. Kalau anggota satgasnya teman sebaya akan lebih mudah mengingatkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan di sekolah," terang Khofifah saat menerima perwakilan PGRI dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK dan SLB se-Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (16/5/2021) malam.

Khofifah menambahkan, Tim Satgas COVID-19 itu nantinya akan menertibkan protokol kesehatan, mengecek jadwal penyemprotan disinfektan di sekolah dan kelas, hingga menyiapkan stok masker untuk yang lupa membawa masker.

Terkait vaksinasi guru, Khofifah meminta Kepala Dinkes Jatim untuk mengirim surat dan berkoordinasi dengan Kepala Dinkes Kabupaten/Kota se-Jatim. Hal ini untuk memastikan para guru seratus persen sudah tervaksin.

"Kita harus terus monitor berapa banyak guru yang sudah selesai divaksin, berapa yang baru divaksin sekali, berapa yang belum sama sekali. Termasuk di kabupaten/kota mana saja harus dimaksimalkan," pesan gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Khofifah juga mengingatkan jika penyebaran COVID-19 masih berlangsung. Varian baru COVID-19 sudah ada yang masuk di Jatim . Karenanya, perlu menjadi perhatian bersama terkait protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat.

Selanjutnya
Halaman
1 2