Round-Up

Ironis, Guru TK di Malang Ditagih 24 Debt Collector hingga Dipecat dari Sekolah

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 07:55 WIB
Warga Malang, Jawa Timur, Melati, diteror 24 debt collector hingga nyaris bunuh diri
Melati yang terjerat 24 pinjol (Foto file: Muhammad Aminudin/detikcom)

Karena kebingungan membayar, Melati mencari aplikasi pinjaman online lain. Hingga kemudian terlilit utang di 24 aplikasi dengan total utang beserta bunga sebanyak Rp 36 sampai Rp 40 juta.

"Dari 24 aplikasi, lima legal dan sisanya ilegal. Atas saran teman, saya kembalikan dulu yang aplikasi legal, tapi hanya pokoknya saja," ungkapnya.

Kerja keras Melati sampai menempuh bangku kuliah justru berakibat harus kehilangan pekerjaan. Karena sekolah mengaku malu, Melati terlilit utang dan dikejar 24 debt collector.

"Saya ini kuliah menuruti kemauan sekolah, sudah 13 tahun saya mengabdi. Tapi karena punya utang dan ditagih debt collector malah diberhentikan," ucapnya sambil menangis.

Melati ingin mencoba jujur dirinya tengah terlilit utang pinjaman online hingga berhadapan dengan 24 debt collector. Sebelumnya, Melati mendapat saran agar berkata jujur kepada keluarga dan sekolah soal utang yang harus segera dibayarkan. Naas, niat jujur tersebut justru berujung dirinya harus dipecat.

"Saat itu saya ingin jujur dan menceritakan semuanya. Tetapi, yayasan dan sekolah malah memutuskan untuk memecat saya. Alasannya, karena malu sama wali murid," tutur Melati sambil menangis.

Melati jujur, karena khawatir debt collector akan menyasar sampai tempat dia bekerja. Karena berbagai teror sudah dialami Melati sebelumnya.

"Saya jujur ke sekolah, karena takut nanti ditagih ke sekolah. Tapi malah diberhentikan, per 5 November 2020 saya sudah tidak mengajar lagi," kata ibu dua anak ini.

Setelah diberhentikan jadi guru TK, Melati jadi semakin kelimpungan bagaimana cara membayar utang-utangnya.


(fat/fat)