Kasus COVID-19 di Jatim Masih Landai Usai Lebaran

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 20:43 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Surabaya -

Kasus aktif COVID-19 di Jatim kini tersisa 1.648 kasus. Sejak hari H lebaran Idul Fitri 2021, tambahan kasus COVID-19 harian di Jatim di bawah 200 kasus tiap harinya.

Tercatat mulai Kamis (13/5), ada tambahan 148 kasus baru, 156 pasien sembuh, dan 11 kasus meninggal dunia. Kemudian Jumat (14/5), ada tambahan 141 kasus baru, 173 pasien sembuh, dan 17 kasus meninggal dunia.

Pada Sabtu (15/5), ada tambahan 183 kasus baru, 230 pasien sembuh, dan 25 kasus meninggal dunia. Sedangkan pada Minggu (16/5), ada tambahan 164 kasus baru, 164 pasien sembuh, dan 18 kasus meninggal dunia.

Kini, kasus kumulatif COVID-19 di Jatim sebanyak 151.248. Pasien sembuh sebanyak 138.530, dan pasien meninggal dunia sebanyak 11.070.

Jubir Satgas COVID-19 Jatim dr Makhyan Jibril menjelaskan, kasus pasca lebaran memang melandai.

"Di bawah 200 kasus tambahan hariannya. Tapi itu inkubasi 7 hari. Kita baru bisa lihat, adakah lonjakan usai lebaran minimal H+7 lebaran. Nanti bisa kelihatan, naik atau tidak," ujarnya saat dikonfirmasi detikcom, Senin (17/5/2021).

Sebanyak 1.648 kasus aktif COVID-19 di Jatim tersebar di 38 Kabupaten/Kota. Terbanyak ada di Kabupaten Madiun sebanyak 181 kasus. Lalu diikuti Banyuwangi sebanyak 127 kasus.

Untuk kawasan Surabaya Raya, Kota Surabaya terbanyak dengan 100 kasus. Diikuti Gresik 49 kasus, dan Sidoarjo 43 kasus.

Di Jatim sendiri, Sumenep menjadi daerah dengan nol kasus aktif COVID-19.

Berikut detail kasus aktif di 38 Kabupaten/Kota Jatim:

1. Kabupaten Madiun, 181 kasus aktif
2. Banyuwangi, 127 kasus aktif
3. Tulungagung, 114 kasus aktif
4. Kota Magetan, 110 kasus aktif
5. Kota Surabaya, 100 kasus aktif
6. Kabupaten Blitar, 93 kasus aktif
7. Ponorogo, 88 kasus aktif
8. Ngawi, 86 kasus aktif
9. Nganjuk, 83 kasus aktif
10. Kota Madiun, 76 kasus aktif
11. Pacitan, 58 kasus aktif
12. Trenggalek, 56 kasus aktif
13. Gresik, 49 kasus aktif
14. Kabupaten Mojokerto, 49 kasus aktif
15. Kabupaten Kediri, 45 kasus aktif
16. Sidoarjo, 43 kasus aktif
17. Tuban, 36 kasus aktif
18. Jember, 31 kasus aktif
19. Jombang, 27 kasus aktif
20. Kota Malang, 26 kasus aktif
21. Kota Mojokerto, 24 kasus aktif
22. Kota Batu, 19 kasus aktif
23. Kabupaten Malang, 16 kasus aktif
24. Lamongan, 16 kasus aktif
25. Bojonegoro, 14 kasus aktif
26. Kabupaten Pasuruan, 13 kasus aktif
27. Bangkalan, 11 kasus aktif
28. Bondowoso, 11 kasus aktif
29. Kabupaten Probolinggo, 9 kasus aktif
30. Situbondo, 7 kasus aktif
31. Kota Blitar, 6 kasus aktif
32. Pamekasan, 6 kasus aktif
33. Kota Probolinggo, 6 kasus aktif
34. Kota Kediri, 4 kasus aktif
35. Sampang, 4 kasus aktif
36. Kota Pasuruan, 3 kasus aktif
37. Lumajang, 1 kasus aktif
38. Sumenep, 0 kasus aktif.

(iwd/iwd)