Kisah Penjaga Pantai di Pacitan yang Pantang Pergi Sebelum Wisatawan Pulang

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 19:27 WIB
Ratusan wisatawan memadati Pantai Watukarung, Pacitan. Maklum, ini adalah hari terakhir libur Lebaran 2021.
Davis Randika (26), penjaga pantai Watukarung/Foto: Purwo Sumodiharjo
Pacitan -

Ratusan wisatawan memadati Pantai Watukarung, Pacitan. Maklum, ini adalah hari terakhir libur Lebaran 2021.

Di antara pengunjung tampak tiga pria lalu lalang. Matanya tak berkerdip mengamati wisatawan yang berjajar di tepi pantai.

Tak hanya mengawasi pengunjung, mereka sesekali meniup peluit. Bunyi melengking itu disusul imbauan agar wisatawan menjauhi perairan. Untuk diketahui, ombak di Samudera Indonesia sejak dua hari terakhir memang kurang bersahabat.

"Sejak kemarin malam (ombak) kurang bagus. Ketinggian memang cuma 1,5 meter tapi tarikannya kuat," ucap Davis Randika (26), penjaga pantai Watukarung saat berbincang dengan detikcom, Minggu (16/5/2021) siang.

Davis adalah salah satu petugas penjaga pantai di obyek wisata nan elok tersebut. Dia ditemani dua rekannya. Masing-masing Sriono dan Rarik. Saat puncak kunjungan ketiganya nyaris tak istirahat. Sejak pagi hingga malam mereka tak bergeser dari kawasan.

Melakukan pekerjaan itu, lanjut Davis, memang tak ringan. Terlebih jika jumlah pengunjung tengah membludak. Dalam situasi seperti itu perhatian terhadap wisatawan di bibir pantai harus ekstra ketat. Itu pun kadang masih ada yang nekat bermain air meski terus diingatkan.

"Awalnya kita peringatkan dengan peluit. Kalau masih bandel ya terpaksa kita samperin terus kita minta menjauhi perairan," terangnya tentang prosedur mengingatkan pengunjung.

Para pria penjaga pantai bekerja tanpa mengenal batasan waktu. Umumnya mereka mulai bekerja pagi hari dan pulang sore hari. Hanya saja dalam kondisi tertentu mereka tetap harus siaga sampai malam tiba. Ini untuk memastikan tidak ada pengunjung berada di zona bahaya.

"Sebenarnya (bekerja) hanya sampai sore hari. Tapi kadang juga sampai malam. Intinya sebelum pengunjung pulang kami masih bertahan," papar pria lajang yang mengenakan kaus oranye bertuliskan 'lifeguard'.

Selama ini Davis dan dua rekannya juga mengandalkan pengeras suara untuk menyampaikan imbauan kepada wisatawan. Secara bergantian mereka menuju perangkat power amplifier yang terletak di teras kios milik Sriono. Sebuah mikrofon dengan kabel menjuntai tampak tergeletak di atas meja.

"Oleh karena saat ini ombak sedang kurang bersahabat pengunjung dimohon menjauhi perairan. Atas perhatiannya disampaikan terima kasih," ucap Davis sembari mengulang kalimatnya hingga dua kali.

Suara Davis terdengar lantang melalui corong yang terpasang di ujung barat dan timur pantai. Baru saja dia meletakkan mikrofon, langkahnya tampak tergesa-gesa menuju pantai. Kalimat bernada peringatan kembali terucap kepada wisatawan. Kali ini Davis didampingi dua orang polisi.

(sun/bdh)