Kerupuk Klenteng, Oleh-oleh Khas Bojonegoro Sejak 1929

Ainur Rofiq - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 09:20 WIB
Salah satu oleh-oleh khas Bojonegoro yakni kerupuk Bangjo. Selama pandemi COVID-19, makanan ringan ini tetap diburu konsumen meski ada penurunan omzet.
Kerupuk Klenteng khas Bojonegoro/Foto: Ainur Rofiq/detikcom
Bojonegoro -

Salah satu oleh-oleh khas Bojonegoro yakni kerupuk Bangjo. Selama pandemi COVID-19, makanan ringan ini tetap diburu konsumen meski ada penurunan omzet.

Pabrik kerupuk Bangjo atau yang dikenal kerupuk Klenteng berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 132, Bojonegoro. Tempat tersebut ramai pembeli saat Lebaran.

"Ya ramai pembelinya, dan kita menyadari karena pandemi COVID-19 dan pemerintah melakukan pembatasan dalam mudik kali ini jujur mempengaruhi penurunan transaksi," jelas Anton, pemilik pabrik kerupuk Bangjo, Minggu (16/5/2021).

Salah satu oleh-oleh khas Bojonegoro yakni kerupuk Bangjo. Selama pandemi COVID-19, makanan ringan ini tetap diburu konsumen meski ada penurunan omzet.Pembeli Kerupuk Klenteng mengantre/ Foto: Ainur Rofiq/detikcom

Menurutnya, penurunan omzet itu berkisar 20 persen selama pandemi COVID-19. Kerupuk Bangjo yang berwarna warni dijual kepada konsumen dengan berbagai kemasan. Di antaranya 1/2 kg dan 1 kg.

Per kilogramnya dijual dengan harga Rp 27 ribu. Sedangkan yang 1/2 kg harganya Rp 15 ribu.

Kerupuk Klenteng Bojonegoro berdiri sejak 1929. Pemiliknya kala itu yakni pasangan suami istri Tan Tjian Liem dan Oci Hay Nio.

Salah seorang konsumen, Puspitasari warga Balen, mengaku sudah bertahun-tahun suka dengan kerupuk tersebut. Sehingga selama Lebaran ini pun, ia menyiapkannya di rumah.

"Iya rasanya khas gurih sejak dulu sering beli di pabriknya. Cocok untuk tambahan makan opor dan oleh-oleh pas Lebaran seperti ini," ujarnya.

(sun/bdh)