1 Dari 8.501 Desa di Jatim Tak Lakukan Salat Id ke Masjid, Ini Penyebabnya

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 12:35 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Khofifah (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Banyuwangi -

Salat Id dilakukan seluruh daerah di Jatim berdasarkan PPKM mikro. Namun, dari 8.501 desa dan kelurahan di Jatim, ada 1 desa di Bayuwangi yang tak bisa menggelar di masjid. Itu disebabkan zona merah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakana ada 8.501 desa dan kelurahan di Jatim. Sebagian besar desa dan kelurahan zona hijau.

"Dari 8.501 desa dan kelurahan di Jatim, ada 1 desa yang zona merah, di Banyuwangi. Jadi 8.501 yang 1 zona merah, 8.500 sebetulnya sebagian besar sudah zona hijau. Maka salat Id di Jatim berbasis PPKM mikro," kata Khofifah kepada wartawan di Masjid Al-Akbar, Kamis (13/5/2021).

Khofifah mengaku untuk wilayah yang masuk kategori zona merah dipersilahkan salat Id di rumah. Bahkan, pada Rabu (12/5) malam Pemprov Jatim sudah mengkoordinasikan langsung secara virtual dengan Bupati Banyuwangi.

"Sama persis di desa yang masih zona merah itu, penyelenggaraan salat Id dilakukan di rumah. Jadi mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan baik seperti di Masjid Nasional Al-Akbar," jelasnya.

Diketahui, di Banyuwangi sendiri ada klaster tarawih di Banyuwangi. Sebanyak 38 orang dinyatakan positif COVID-19, bahkan enam di antaranya meninggal dunia.

Klaster ini ada di Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelo, Kecamatan Bangorejo. Tracing pun dilakukan oleh Dinas Kesehatan Banyuwangi.

Sementara untuk takbir keliling, Khofifah mengatakan tidak ada yang berkeliling. Takbir dilakukan di masjid dan musala.

"Sejauh tadi malam, saya melakukan konfirmasi di beberapa tim di lapangan sampai jam 01.00 lebih dininhari takbur keliling boleh disebut semua sudah bisa diajak takbir di musala, masjid atau di rumah. Jadi tidak ada takbir keliling," pungkasnya.

Simak juga 'Saat MUI Imbau Silaturahmi Lebaran Virtual-Salat Id di Rumah untuk Zona Merah':

[Gambas:Video 20detik]



(hil/fat)