Nasib Dua Bupati Nganjuk yang Berakhir di Tangan KPK

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 13:56 WIB
Bupati Nganjuk masa bakti 2018-2023 Novi Rahman Hidayat dan Mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman
Foto: Istimewa (Dok Pemkab Nganjuk)
Surabaya -

Untuk kedua kalinya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Nganjuk. Dua kali juga KPK tangkap sosok Bupati Nganjuk dengan kasus dugaan suap jual beli jabatan.

Pada 25 Oktober 2017, KPK menangkap Bupati Nganjuk Taufiqurrahman terkait kasus suap pengisian jabatan, mulai kepala sekolah hingga kepala dinas. Saat itu, KPK juga mengamankan seorang kepala sekolah dan seorang kepala dinas.

Wakil Ketua KPK saat itu, Basaria Pandjaitan menjelaskan Taufiqurrahman diduga memasang tarif belasan hingga puluhan juga kepada para PNS yang ingin mengisi posisi jabatan tertentu.

"Tarif yang dipatok untuk mengisi posisi kepala sekolah berbeda satu dengan yang lain, harga per wilayah beda-beda. Untuk jadi Kepala Sekolah Dasar antara Rp 10-25 juta, nah kalau SMP-SMA sudah barang tentu lebih besar lagi, bisa sampai Rp 50 juta. Begitu juga untuk posisi kadis," terangnya

Taufiqurrahman diduga menerima suap Rp 298 juta. Suap ini dititipkan kepada orang kepercayaannya, yakni Ibnu Hajar selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk dan Suwandi selaku Kepala SMPN 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk.

Tak hanya soal suap, KPK juga menetapkan Taufiqurrahman sebagai tersangka kasus penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dalam kasus pencucian uang, KPK menyita sejumlah aset berupa tanah milik Taufiqurrahman. Taufiqurrahman divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 350 juta dalam kasus jual-beli jabatan. Sedangkan kasus dugaan pencucian uang Taufiqurrahman masih berproses.

Sementara Minggu (9/5/2021) sekitar pukul 23.00 WIB, KPK menangkap Bupati Nganjuk masa bakti 2018-2023. Novi Rahman Hidayat. Dalam penangkapan ini, KPK yang dibantu Bareskrim Mabes Polri mengamankan uang ratusan juta. Pria yang berusia 41 tahun itu diduga menerima suap terkait jual beli jabatan di wilayahnya.

Pada Pilkada Nganjuk, Novi berpasangan dengan Marhaen Djumadi. Pasangan ini diusung PKB, PDIP dan Hanura. Novi-Marhaen akhirnya memenangkan kontestasi dengan meraup 303.192 suara atau 54,5 persen. Dan Senin 24 September 2018, Novi Rahman Hidayat dan Marhaen dilantik Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Grahadi.

Saat ini, pihak KPK masih melakukan pemeriksaan pada Novi. Sementara itu, sejumlah ruangan di Pemkab Nganjuk juga disegel. Sedangkan beberapa pejabat terkait ikut diperiksa di Polres Nganjuk.

Simak video 'Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat Kena OTT KPK, Ini Profilnya!':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)