Sepinya Terminal Bungurasih, Bus Hanya Stand By Tanpa Penumpang

Hilda Meilisa - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 17:53 WIB
terminal bungurasih sepi
Sepinya Terminal Bungurasih (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Sidoarjo -

Suasana sepi nampak di Terminal Purabaya (Bungurasih). Saat memasuki terminal, hanya terlihat sejumlah penjual tiket, pedagang asongan hingga petugas gabungan yang berjaga. Sedangkan penumpang bus, bisa dihitung dengan jari.

Salah satu staf PO Lorena, Eko Wahyudi mengeluhkan sepinya penumpang di Terminal Bungurasih. Bahkan, setelah hampir seharian menunggu penumpang, Eko mengaku belum mendapat satu pun.

Eko bercerita jika PO-nya baru menjalankan busnya hari ini karena baru mendapatkan stiker. Namun, di hari pertamanya beroperasi, busnya belum mengangkut penumpang sama sekali.

"PO Lorena itu Jurusan Surabaya-Jakarta-Bogor. Kalau kemarin kita belum jalan, baru hari ini jalan. Tapi belum ada penumpang dari tadi pagi, ini cuma kita siapkan satu armada," kata Eko kepada detikcom di Terminal Bungurasih, Minggu (9/5/2021).

Diketahui, Terminal Bungurasih masih beroperasi untuk melayani penumpang non mudik. Penumpang juga diwajibkan membawa surat bebas COVID-19 dan surat keterangan dari tempat bekerja. Sedangkan bus yang diizinkan beroperasi hanya yang memiliki stiker dari pemerintah.

Sementara itu, Kepala UPT Terminal Purabaya Imam Hidayat mengakui kondisi terminal yang sepi. Bahkan, ada beberapa bus yang hanya numpang parkir saja.

"Misalnya saja bus Sugeng Rahayu yang AKAP itu mulai pagi sampai sore langsung pulang garasi nggak ada penumpangnya, Ini aja masuk trans Jakarta, nggak tahu penumpangnya bagaimana," ungkap Imam.

Dalam sehari, lanjut Imam, hanya ada belasan bus yang beroperasi. Sedangkan penumpang juga mengalami penurunan.

"Tgl 6 Mei itu, sekitar 268 penumpang, tanggal 7 itu 388. Untuk armadanya sendiri ada 13, tanggal 8 itu 38 armada, yang kemarin 55 armada," ungkap Imam.

Kendati demikian, Imam mengatakan seluruh penumpang menggunakan syarat dan menerapkan prokes lengkap.

"Untuk penumpang sendiri, kita periksa, harus bawa surat antigen, surat kesehatan dan ASN sendiri itu dari pimpinan, TNI/Polri dari komandan sendiri, kalau dari non pemerintahan ya dari RT/RW, kelurahan, itu yang sesuai dengan edaran Menteri Perhubungan," papar Imam.

"Tetap prokes kita terapkan sesuai dengan peraturan menteri tetap kita laksanakan, untuk pemeriksaan penumpang itu tetep teman-teman di ruang tunggu itu ada TNI Polri. Untuk pendataan tetap kita data, kalau tidak membawa surat keterangan atau surat sehat kita suruh keluar, dari pada nanti dia di penyekatan dia kena suruh turun, kan kasihan," pungkasnya.

(hil/iwd)