15 Pasien COVID di Asrama Haji Surabaya Berasal dari Klaster Mal dan Keluarga

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 13:13 WIB
Asrama haji sukolilo surabaya
Asrama Haji Sukolilo (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Hingga tanggal 9 Mei, Asrama Haji Surabaya mengkarantina 15 pasien positif COVID-19. Sebagian besar pasien berasal dari klaster mal dan keluarga.

"Sepintas kayaknya klaster keluarga sama mal. Ya mungkin Pemkot sudah mengantisipasi. Makanya kalau mudik itu diizinkan, banyak klaster rumah tangga atau keluarga," ujar Kepala Asrama Haji Sugianto kepada detikcom, Minggu (9/5/2021).

Sugianto mengatakan sebenarnya jumlah pasien COVID-19 yang menjalani karantina di Asrama Haji pada Mei 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan pada bulan lalu.

"Per hari ini 15 orang. Jadi sudah mulai menurun. Tanggal 1 sampai sekian itu di bawah 20 (pasien)," kata Sugianto.

Sugianto menambahkan jika dibandingkan pada bulan April lalu, jumlah pasien mengalami penurunan cukup signifikan. Sebab, pada bulan April lalu, jumlah pasien COVID-19 yang menjalani karantina di asrama haji di atas 40 pasien.

"Kalau dibandingkan bulan April, jauh. April sekitar 40 ke atas sampai 60 (pasien), jadi di bulan Mei sementara di bawah angka 20 (pasien)," ungkap Sugianto.

Sugianto menyampaikan Pemkot Surabaya sudah mengantisipasi dengan menyiagakan dua gedung di asrama haji untuk isolasi jika ada lonjakan pasien COVID-19. Namun, pihaknya berharap itu tidak terjadi.

"Pemkot mengantisipasi lonjakan setelah lebaran selesai. Makanya gedung Zamzam sama Sofa disiagakan untuk antisipasi lonjakan. Mudah-mudahan tidak ada (lonjakan)," ungkap Sugianto.

Sementara itu, secara kapasitas, dua gedung di Asrama Haji yang disediakan untuk pasien COVID-19 menjalani karantina saat ini hanya terpakai sekitar 10 persen.

"Isolasi, dua gedung itu hanya terpakai 10 persen saja. Memang sudah menurun jauh. Kalau bulan Maret itu sampai ratusan, sekarang sudah di bawah 20 (pasien)," tandas Sugianto.

Simak juga Video: Pusat Perbelanjaan Penuh, Satgas Khawatir Muncul Klaster COVID-19 Baru

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)