Makanan Tanpa Tanggal Kedaluwarsa Ditemukan di Swalayan Kota Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 18:33 WIB
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengecek stok dan harga kebutuhan pokok menjelang lebaran
Wali Kota Mojokerto sidak swalayan (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Makanan yang beredar di Kota Mojokerto dipastikan aman dari pengawet dan pewarna berbahaya. Hanya saja, makanan tanpa label tanggal kedaluwarsa ini masih ditemukan di sejumlah swalayan.

Temuan tersebut diperoleh saat Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengecek stok dan harga kebutuhan pokok menjelang lebaran. Didampingi anak buahnya dari Disperindag dan Dinas Kesehatan, wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini juga mengecek keamanan makanan dari bahan-bahan berbahaya.

Petugas mengambil sampel berbagai jenis makanan dari pasar tradisional Tanjung Anyar maupun swalayan untuk diperiksa. Mulai dari makanan olahan ikan dan ayam, hingga ikan yang diawetkan. Seperti bakso, sosis, siomai, cumi, teri dan ikan asin.

"Semua yang dilakukan pengecekan, makanan curah dan makanan yang diawetkan hasil pengetesan negatif zat berbahaya, seperti boraks, formalin, rhodamin B," kata Ning Ita kepada wartawan di lokasi, Kamis (6/5/2021).

Pengecekan terhadap masa kedaluwarsa makanan dan minuman juga dilakukan di sejumlah swalayan. Terutama kue dan sirup yang banyak diburu masyarakat untuk Hari Raya Idul Fitri.

Hasilnya, kata Ning Ita, pihaknya menemukan sejumlah makanan yang sudah mendekati kedaluwarsa. Bahkan, ada beberapa makanan yang tidak dilabeli tanggal kedaluwarsa.

"Kami ingatkan produk-produk yang masa kedaluwarsa sudah dekat supaya ditarik dari rak. Yang tanpa tanggal kedaluwarsa sudah kami imbau agar mencantumkan semua informasi yang harus diketahui konsumen," terangnya.

Kepala Bidan Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Mojokerto dr Citra Mayangsari menjelaskan, pihaknya langsung menindaklanjuti adanya makanan tanpa label tanggal kedaluwarsa yang dijual di swalayan.

"Nanti kami lakukan pembinaan terhadap pemilik swalayan. Harusnya mereka punya alur tertentu untuk mencegahnya," tandasnya.

(fat/fat)