33 dari 3.636 TKI yang Pulang ke Jatim Positif COVID-19

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 14:58 WIB
Asrama haji sukolilo surabaya
Asrama Haji Sukolilo Surabaya/Foto file: Esti Widiyana

"Alhamdulillah, sampai hari ini berdasarkan laporan dari ITD Unair, telah ada 109 sampel dari Jawa Timur yang telah dilakukan sekuensing, di mana 86 sampel telah diunggah ke dalam database genome COVID-19 Internasional GISAID. Dan sampai hari ini belum ditemukan mutasi varian India, Inggris dan Afsel di Jatim," ungkap Khofifah.

Kendati demikian, Khofifah mengatakan pencegahan penyebaran mutasi ini juga membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Meskipun virus COVID-19 telah bermutasi, namun pencegahannya harus dengan mematuhi protokol kesehatan.

"Upaya pencegahan mutasi masuk dan menyebar di Jatim membutuhkan kerja keras dari semua pihak, upaya karantina massal, genomic surveilance yang telah dilakukan tentunya masih sangat membutuhkan partisipasi masyarakat dengan patuh protokol kesehatan," lanjut Khofifah.

Gubernur Khofifah menambahkan, pengetatan untuk mengantisipasi masuknya varian virus baru ini harus diiringi dengan vaksinasi masif. Dari data Dinkes Jatim, vaksinasi dosis pertama tercatat sebanyak 2.003.205 orang dan vaksinasi dosis kedua tercatat sebanyak 1.106.830 orang.

Jumlah ini adalah yang tertinggi di Indonesia berdasarkan data Kemenkes RI per 3 Mei 2021. "Meskipun vaksinasi terus dimasifkan, namun yang terpenting tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena saat ini protokol kesehatan masih terbukti efektif untuk mencegah penularan COVID-19 meskipun sudah bermutasi," pungkasnya.

Halaman

(sun/bdh)