Pasangan Anak Muda Banyuwangi Produksi Pupuk Organik dari Limbah Kayu Jati

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 10:49 WIB
Pasangan Anak Muda Banyuwangi Produksi Pupuk Organik dari Limbah Kayu Jati
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Satu lagi inovasi pertanian dihasilkan dari tangan anak muda Banyuwangi. Mereka adalah Iskandar dan istrinya Lismawati membuat teknologi pupuk organik dari limbah kayu jati sebagai vitamin tanah dan tanaman.

Pasangan asal Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi tersebut, mendirikan laboratorium pertanian di lahan belakang rumahnya.

Di ladang berukuran 20x20 meter tersebut mereka melakukan berbagai eksperimen untuk memperbaiki unsur hara tanah dan kualitas tanaman seperti jeruk, buah naga, semangka, dan lainnya.

"Ladang ini bisa disebut sebagai laboratorium uji coba kami. Kami meneliti kualitas tanah dan tanaman dengan memanfaatkan limbah dari pohon jati," kata Iskandar kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Mereka membuat pupuk organik cair yang dinamakan Hazzel, berbahan dasar cuka kayu (wood vinegar) dari limbah kayu jati. Mereka juga membuat sendiri alat pengolahan berupa tabung dan pipa berukuran besar menggunakan teknologi pirolisa dan destilasi dengan kandungan senyawa organik fenol dan asam etanoat untuk menghasilkan cuka kayu yang dijadikan pupuk menggunakan

Menurut Iskandar, sebenarnya dengan alat ini bisa mengolah berbagai jenis kayu juga plastik, namun limbah kayu jati memiliki kualitas cuka kayu yang lebih bagus.

"Terutama kualitas kayu jati dari Banyuwangi, paling bagus dibandingkan daerah lainnya," kata Alumni Fakultas Pertanian Universitas Samratulangi Manado itu.

Iskandar mengatakan tiap tiga bulan dia membutuhkan 4 ton limbah kayu jati yang menghasilkan 6.000 liter pupuk.

"Selama ini 6.000 liter pupuk itu selalu habis untuk memenuhi kebutuhan pupuk terutama di luar Jawa, seperti Papua, Sulawesi, dan lainnya. Kami menjual secara online dan offline," kata Iskandar.

Selanjutnya
Halaman
1 2