8 Bulan Gaji Tak Terbayar, Karyawan Damri Surabaya Jadi Ojol hingga Jual Gorengan

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 17:55 WIB
damri surabaya
Selama gaji 8 bulan tak terbakar, karyawan Damri Surabaya jadi ojol hingga jual gorengan (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Ratusan karyawan Perum Damri Cabang Surabaya menggelar demo menuntut gaji mereka yang tertunda dan tak dibayarkan penuh sejak 8 bulan lalu. Lalu bagaimana mereka menutupi biaya hidup selama gaji mereka tak dibayarkan penuh?

Frans Antonius (48), salah satu karyawan mengatakan ada sekitar 300 karyawan di Perum Damri Cabang Surabaya yang gajinya tertunda dan tak dibayarkan penuh. Sedangkan untuk menutupi kebutuhan hidup, mereka harus nyambi menjadi ojek online (ojol) hingga jualan gorengan.

"Karyawan di sini sekitar 300 orang. Ya selama 8 bulan itu gaji yang dibayarkan itu bervariasi. Pertama itu Rp 1,8 juta, terus turun lagi Rp 1,5 juta. Turun lagi Rp 1,1 juta. Terus yang Februari dan Maret kemarin itu sempat down Rp 750 ribu," terang Frans kepada detikcom, Senin (3/5/2021).

"Nah, untuk menyiasati ya ada yang ojek online, ada yang jual gorengan, minuman. Ya itu dilakukan untuk menutupi kekurangan sehari-hari. Bahkan ada juga yang potong rambut juga," imbuh pria yang menjadi sopir bus Damri itu.

Frans menambahkan situasi gaji tidak penuh dan tertunda sebenarnya juga terjadi di cabang Damri lain dan telah ada solusinya. Namun ia mengaku heran dengan kondisi yang terjadi di Surabaya.

"Terjadi juga di cabang lain. Tapi di cabang lain itu 2020 itu sudah terlunasi. Tapi untuk Surabaya ini kok seperti dianak tirikan," kata Frans.

Menurut Frans, saat ini mediasi dengan direksi Damri pusat sedang deadlock. Ia menyebut direksi tetap enggan membayar penuh gaji yang tertunda. Padahal karyawan telah memberikan keringanan hanya membayar penundaan di bulan 2020 saja.

"Sebetulnya yang kita tawarkan kalau memang nggak sanggup membayar tahun 2021. Tolonglah 2020 dilunasi karena untuk keperluan kita menjelang lebaran ini," ujarnya.

"Kan kita juga menawarkan opsi yang lebih rendah. Jadi kita juga gak sak karepe dewe. Kita juga tahu kondisi keuangan selama pandemi juga merosot. Ya kalau nanti pukul 18.00 WIB jawabannya masih gak mau ya saya ikut teman-teman mogok kerja dan operasi saja," tandas Frans.

Sebelumnya, puluhan karyawan Perum Damri Cabang Surabaya menggelar demo di kantor mereka di Jalan Kalirungkut nomor 7A. Demo digelar untuk menuntut kejelasan gaji yang tertunda sejak 8 bulan terakhir.

(iwd/iwd)