Banyuwangi Genjot Pengembangan Pisang Cavendish Demi Pendapatan Petani

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 06:56 WIB
petani holtikultura di Banyuwangi selatan mulai melirik komoditas pisang Cavendish. Mereka mulai menanam dan menghasilkan keuntungan dari tanaman pisang yang dikenal pula dengan nama “Ambon Putih” itu.
Petani Banyuwangi budidaya pisang canvendish (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Petani holtikultura di Banyuwangi selatan mulai melirik komoditas pisang cavendish. Mereka mulai menanam dan menghasilkan keuntungan dari tanaman pisang yang dikenal pula dengan nama "Ambon Putih" itu.

Gunawan, petani di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, mengatakan, sejak sembilan bulan lalu, ia beralih dari petani jeruk menjadi petani pisang cavendish.

"Setelah melihat pasar, kami beralih untuk menanam pisang Cavendish. Permintaannya sangat tinggi dan harganya relatif stabil," ungkap Gunawan kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).

Saat ini, lanjut Gunawan, ia harus menyediakan 7 ton pisang Cavendish setiap harinya untuk pasar Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta. "Kami terus bekerja keras menyiapkan pasokan tersebut," imbuh Ketua Kelompok Tani Makmur tersebut.

"Petani yang menyetor hasil panennya ke perusahaan kita, masih sekitar 40 hektar. Sebenarnya masih kurang karena prospek pasarnya sangat besar," kata pemilik brand KK Banana tersebut.

Dia mengatakan, pengembangan pisang cavendish cukup mudah di Banyuwangi. Gunawan menyebutkan pada tahun pertama bisa panen hingga dua kali. Sedangkan pada tahun kedua, bisa panen hingga tiga kali dengan interval waktu empat bulanan.

"Alhamdulillah, hasilnya lumayan. Sekali panen dari satu hektar lahan bisa menghasilkan Rp 250 juta. Setahun minim panen dua kali. Lebih menjanjikan dibanding jeruk," kata dia sumringah.

Gunawan juga mengungkapkan bahwa produktivitas pisang di Banyuwangi juga lebih baik dibanding daerah lain.

Selanjutnya
Halaman
1 2