Banyuwangi Luncurkan Aksara, 9 Ribu Warga Dewasa Ikuti Pendidikan Kesetaraan

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 20:55 WIB
aksara
Pemkab Banyuwangi luncurkan Aksara (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Pemkab Banyuwangi meluncurkan program AKSARA (Akselerasi Sekolah Masyarakat) untuk memfasilitasi warga berusia dewasa mengikuti pendidikan kesetaraan, terutama kesetaraan SMP (paket B) dan SMA (paket C). Sebanyak 9.000 warga terdaftar mengikuti program ini, mayoritas mengikuti pendidikan kesetaraan SMA.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meluncurkan program tersebut, Sabtu (1/5/2021) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi. Program ini sekaligus untuk menyongsong Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. Acara dihadiri Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbud Ristek, Dr Samto.

"Aksara kami luncurkan untuk memfasilitasi warga dewasa, usianya ada yang 35 tahun, 40 tahun, bahkan sampai 58 tahun, yang dulunya karena satu dan lain hal belum sempat bersekolah setara SMP dan SMA. Kalau sudah usia dewasa itu tentu tidak mungkin kembali ke sekolah, makanya kita fasilitasi dengan program Aksara," ujar Bupati Ipuk.

Bupati Ipuk mengatakan, meski sudah berusia dewasa, pendidikan kesetaraan tetap diperlukan. "Belajar kan sepanjang hayat. Ilmu yang didapatkan juga pastinya berguna. Misalnya, kalau kejar Paket C setara SMA, ada belajar ekonomi, bisa digunakan warga, karena saya cek, banyak juga pedagang pasar dan warung yang ikut program ini," ujar Ipuk.

"Selain itu, tentu saja ilmunya berguna, bisa untuk mendampingi pembelajaran anak-anak dari warga dewasa yang ikut program kesetaraan ini," imbuh bupati perempuan tersebut.

Sistem dalam program Aksara ini juga fleksibel, sehingga memudahkan warga dalam mengikuti pendidikan. "Warga berusia dewasa bisa tetap belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan," ujarnya.

Bupati Ipuk menambahkan, program Aksara menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Untuk akselerasi pelaksanaannya, Pemkab Banyuwangi akan membentuk "Suarga" (Saudara Asuh Keluarga), sebuah gerakan gotong royong yang melibatkan jajaran pendidikan, tokoh masyarakat, dan berbagai kalangan.

"Dengan Suarga ini, ada gerakan gotong royong. Satu Suarga bisa mengampu tiga orang, memastikan warga yang dibina mendapatkan nomor induk siswa nasional (NISN) hingga menuntaskan pendidikan kesetaraannya di PKBM yang ditunjuk," kata Ipuk.

Selanjutnya
Halaman
1 2