Warga Surabaya Diminta Staycation Selama Larangan Mudik

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 18:27 WIB
Kadishub Surabaya Irvan Wahyudrajat
Kadishub Surabaya Irvan Wahyudrajad (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Larangan mudik lebaran akan dimulai pada 6 Mei hingga 17 Mei. Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengimbau warga agar staycation saja atau tak melakukan mobilitas keluar kota.

"Kalau di tengah kota kita menyarankan untuk staycation. Bagaimana warga tidak pergi keluar kota. Dan diharapkan berlibur di tengah kota saja," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad kepada detikcom, Jumat (30/4/2021).

Irvan mengatakan pihaknya juga mengimbau agar warga Surabaya melakukan staycation dengan berwisata di Surabaya saja. Beberapa taman di Surabaya juga sudah mulai dibuka.

"Tempat-tempat wisata yang sudah dibuka, di taman, mal yang sudah melalui assessment (satgas COVID-19 Kota Surabaya) dan yang menerapkan prokes (protokol kesehatan) silakan berkunjung, mengingat 3 M, silakan wisata lokal di Kota Surabaya," ungkap Irvan.

Irvan menyampaikan Dishub serta jajaran lainnya akan meningkatkan pengawasan di tempat-tempat wisata di Kota Surabaya, mulai dari Kebun Binatang, Kenjeran, Suramadu, dan Mal-Mal.

"Sesuai instruksi Walikota untuk meningkatkan pengawasan, pada pengunjung tempat-tempat wisata dan mal. Taman-taman kota juga," lanjut Irvan.

Sedangkan angkutan bus dalam kota milik Pemkot Surabaya akan tetap berjalan normal pada saat larangan mudik 6 Mei-17 Mei mendatang. Hal tersebut dilakukan agar warga tetap staycation di Surabaya.

"Tetap normal kita (tidak ada pengurangan armada. Terminal Joyoboyo lokal, normal," tegas Irvan.

Sementara itu, di Terminal Purabaya, Irvan menyampaikan akan tetap beroperasi untuk angkutan lokal dalam kota dan yang masuk aglomerasi.

"Di Purabaya yang lokal tetap beroperasi. Kan disana ada angkutan kota, ada angkutan aglomerasi, kalau angkutan AKDP (antar kota dalam provinsi) dan AKAP (antar kota antar provinsi) itu harus progam khusus, misalnya itu tetap disertai surat tugas yang itu misalnya kerjanya Surabaya-Jakarta selama ada surat tugas itu bisa," ungkap Irvan.

Irvan memastikan tidak ada penutupan di Terminal Purabaya. Namun, pihaknya akan meningkatkan pengawasan.

"Nggak, nggak (tidak ditutup). Cuman kita mengoptimalkan pengawasan. Dan memang tidak dibatasi saja sudah jauh menurun, low fakturnya 20 persen. Jadi kita mudah untuk mengawasinya," tandas Irvan.

(iwd/iwd)