Meski Ada Larangan Mudik, Hotel di Surabaya Ini Yakin Okupansi Akan Meningkat

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 19:01 WIB
Ilustrasi Hotel
Foto: (iStock)
Surabaya -

Meski ada larangan mudik, namun dua hotel di Surabaya ini optimis ada peningkatan okupansi. Peningkatan okupansi akan datang dari tamu lokal.

"Kami optimis bisa mendapatkan banyak tamu. Sehingga bisa terjadi peningkatan okupansi," kata Marketing Communication JW Marriott Surabaya Mona Cella saat dihubungi detikcom, Kamis (29/4/2021).

Mona mengatakan okupansi hotel JW Marriott diperkirakan meningkat di tahun ini dibandingkan tahun kemarin. Untuk saat ini, dua pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri memang masih belum ada peningkatan atau penurunan. Namun tak sedikit yang menanyakan ketersediaan kamar pada tanggal 6-17 Mei 2021.

"Karena pattern di Surabaya biasanya last minutes booking. Namun, sudah banyak yang menanyakan ketersediaan kamar selama periode tanggal 6 ke 17 Mei," jelas Mona.

Mona menambahkan kebanyakan tamu yang menginap di JW Marriott berasal dari daerah Surabaya Raya. "Surabaya surround termasuk Gresik dan Sidoarjo," ujarnya.

Hotel Wyndham juga optimis okupansi meningkat pada lebaran tahun ini. Momen Idul Fitri pada tahun 2020 mayoritas tamu juga dari Kota Pahlawan sendiri.

"Kita optimis lebih naik dibanding tahun lalu waktu pandemi awal," kata Assistant Marketing Communication Manager Wyndham Hotel, Fanidia Larasati.

"Perkiraan kita sama bahkan lebih naik dibanding tahun lalu pandemi awal, karena di tahun sebelumnya juga mayoritas tamu yang datang dari warga Surabaya sendiri," tambahnya.

Fani menjelaskan untuk per hari ini belum banyak tamu yang booking. Hal ini juga dirasakan pada tahun-tahun sebelumnya juga sama seperti ini.

"Trend-nya selalu last minute booking untuk periode lebaran. Per hari ini masih bisa dikatakan low occupancy, itu tadi trend-nya last minute hitungan hari sebelum lebaran," jelasnya.

Mayoritas tamu saat ini pun juga masih warga Surabaya sendiri. Meskipun ada beberapa tamu hotel dari luar kota.

Lihat juga video 'Jokowi: Hati-hati, 18,9 Juta Orang Masih Akan Mudik!':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)