Hotel di Jatim Andalkan Staycation Saat Transportasi Umum Dilarang Beroperasi

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 17:47 WIB
Ilustrasi Hotel
Foto: (iStock)
Surabaya -

Pemerintah melarang mudik lebaran 2021. Selain itu, pemerintah juga melarang semua jenis transportasi umum untuk beroperasi. Hal ini, tentu sangat berpengaruh pada okupansi hotel, termasuk di hotel-hotel Jawa Timur.

"Iya sangat terpengaruh. Seperti tahun kemarin juga tidak boleh mudik, tapi tidak ada pemberhentian operasional angkutan. Kalau ini tanggal 6 sampai 17 Mei ada larangan, berhenti semua transportasi. Itu akan sangat berdampak pada okupansi hotel," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, Dwi Cahyono saat dihubungi detikcom di Surabaya, Kamis (29/4/2021).

Dwi menambahkan okupansi hotel akan meningkat jika ada pergerakan manusia. Namun, karena semua jenis transportasi dilarang, Dwi menyebut pihaknya lebih mengandalkan staycation.

"Pariwisata itu kan karena pergerakan ya. Kalau tidak ada pergerakan ya bagaimana? Kita sekarang hanya mengandalkan staycation," imbuhnya.

"Jika angkutan tidak boleh beroperasi, ya sama saja, tetap kita mengandalkan staycation. Kalau staycation jumlahnya hanya kurang dari 20%. Jadi kita sebetulnya targetkan pada Idul Fitri ada okupansi 50 sampai 60%, tapi sekarang H-berapa lebaran, okupansinya hanya sekitar 20 sampai 25%," tambah Dwi.

Selanjutnya
Halaman
1 2