Organda Malang Raya Sebut Sopir Harus Dapat Subsidi Saat Mudik Dilarang

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 15:14 WIB
Ilustrasi perantau berbondong-bondong datang ke kota.
Foto: Ilustrator: Edi Wahyono
Malang -

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Malang Raya berharap ada subsidi bagi sopir bus. Itu sebagai pengganti setelah transportasi umum dilarang beroperasi.

"Melalui Organda pusat, sudah disampaikan adanya subsidi bagi pengemudi. Harapan kami segera dapat respon dari pemerintah untuk disetujui," ujar Ketua Organda Malang Raya, Rudi Soesamto kepada detikcom, Rabu (28/4/2021).

Menurut Rudi, Organda hanya bisa pasrah atas keputusan pemerintah larangan mudik lebaran 2021. Meskipun dampaknya harus dirasakan oleh pelaku usaha transportasi beserta awak armada yang dimiliki.

"Kami hanya bisa pasrah, mau protes gimana. Malah akan dijatuhi sanksi nanti," tuturnya.

Hal sama juga disampaikan pengusaha transportasi darat, mereka lebih memilih mentaati keputusan yang diambil pemerintah.

"Tentunya pemerintah memiliki pertimbangan kuat dalam memutuskan. Saat ini juga dalam masa pandemi, kami pengusaha atau pengelola jasa transportasi akan mengikuti keputusan pemerintah," ujar Direktur PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo terpisah.

Sementara PT Bagong Dekaka Makmur merupakan perusahaan jasa transportasi darat yakni PO Bagong, yang memiliki izin trayek antar kota dalam provinsi (AKDP).

Budi Susilo mengaku, pihaknya belum menerima edaran langsung dari pemerintah soal larangan mudik 2021 terkait pembatasan armada transportasi darat.

"Kami punya armada untuk trayek antar kota dalam provinsi. Apakah juga masuk dilarang beroperasi atau tidak, kami belum dapat tembusan keputusannya," akunya.

Dengan begitu, lanjut Budi Susilo, pihaknya akan tetap mengoperasikan armada yang dimiliki seperti hari-hari biasanya. Sampai ada keputusan tetap dari pemerintah yang nantinya akan ditaati.

"Apapun keputusan pemerintah, kami akan patuhi," tegasnya.

(fat/fat)