Round-Up

Gelap Mata Pembunuhan Member Pusat Kebugaran Gegara Akumulasi Sering Di-bully

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Apr 2021 09:19 WIB
pembunuhan di surabaya
Tersangka dihadirkan saat rilis (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Seorang personal trainer di Surabaya membunuh member sebuah pusat kebugaran. Akumulasi emosi akibat di-bully yang membuat trainer tersebut gelap mata.

Korban yang bernama Fardi Chandra (46), warga Gembong Sawah tewas setelah ditusuk oleh Eren (38) warga Jalan Kapas Gading Madya, Dukuh Setro, Tambaksari.

Pelaku menusuk korban sebanyak 17 kali dengan pisau. Bahkan pisau tersebut hingga bengkok usai digunakan menusuk. Pelaku nekat melakukan aksinya karena sering di-bully.

pembunuhan di surabayaPisau yang digunakan menusuk hingga bengkok (Foto: Deny Prastyo Utomo)

"Tersangka ini dendam sejak lama, sejak satu tahun yang lalu. Tersangka berusaha bicara baik-baik namun tidak diindahkan oleh korban yang terus membully. Makanya tersangka mempunyai rencana melakukan pembunuhan. Jadi dia (tersangka) menghabisi karena dendam kesumat, artinya dia sudah lama memendam itu," kata Kapolsek Sukolilo Kompol Subiyantana kepada wartawan saat rilis di Mapolsek Sukolilo, Selasa (27/4/2021).

"Diejek, di-bully, kata-katanya kamu tak habisi sama keluargamu. Jadi (tersangka) merasa tersinggung. Karena dia dihina sebagai piti (personal trainer) hanya cari makan dan sebagainya, sehingga dia punya niat melakukan pembunuhan terhadap korban," kata Subiyantana.

Subiyantana mengatakan sebelum kejadian penusukan, sempat terjadi cekcok di lantai 2 pusat kebugaran itu. Kemudian pelaku turun ke swalayan terdekat untuk membeli pisau.

"Terus selanjutnya korban mau pulang. Diadang di depan (oleh tersangka) kemudian terjadi cekcok mulut lagi, namun pisau sudah disiapkan di balik bajunya (tersangka), sehingga pada waktu terjadi cekcok korban langsung ditusuk," ujar Subiyantana.

Eren mengakui semua perbuatannya. Dia menyesal dan meminta maaf kepada keluarga korban atas kejadian pada Senin (26/5) itu.

"Perbuatan saya ini sebenarnya saya menyesal. Saya mau minta maaf sama pihak keluarga Fardi. Saya minta maaf sedalam-dalamnya atas perbuatan saya. Sebenarnya saya punya itikad baik untuk menyelesaikan perselisihan dengan baik. Tapi dia tidak punya itikad baik untuk saya. Karena itulah terjadi hari itu (penusukan)," tandas Eren.

Lihat juga Video: Geger Pembunuhan Wanita di Surabaya, Mayatnya Terbungkus Kasur

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)