Ini Harapan Keluarga di Tulungagung Meski Kru KRI Nanggala-402 Dinyatakan Gugur

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 22:53 WIB
Tulungagung -

Tangis ibu dari Mohammad Faqihudin Munir pecah saat sejumlah pejabat Tulungagung tiba di rumah duka di Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut. Faqih merupakan salah satu kru KRI Nanggala-402 yang gugur.

"Faqiiihh...Ya Allah lee thole Ya Allah," jerit Ibu Faqih, Senin (26/4/2021).

Danramil Ngunut, Kapolres Tulungagung dan beberapa orang berusaha menenangkan ibu korban kecelakaan kapal selam tersebut. Namun tangisannya justru semakin histeris dan nyaris pingsan. Akhirnya yang bersangkutan dituntun ke rumah tetangga untuk menenangkan diri.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo bersama jajaran melayat di dua rumah duka. Ia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya seluruh kru KRI Nanggala-402.

Menurut bupati, di Tulungagung terdapat dua anggota TNI AL yang menjadi kru KRI Nanggala-402. Yakni Kls Mohammad Faqihudin Munir dan Sertu Ardi Ardiansyah warga Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut.

"Kami dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama bapak-bapak Forkopimda ikut belasungkawa yang sedalam-dalamnya, atas gugurnya beliau berdua sebagai pahlawan kusuma bangsa. Semoga khusnul khotimah dan keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran," kata Maryoto.

Bupati berharap keluarga dapat mengikhlaskan kepergian dua prajurit TNI AL tersebut, dan mendoakan yang terbaik bagi mereka. Dikonfirmasi terpisah, ayah Sertu Ardi, Sujarno mengaku masih berharap seluruh kru KRI Nanggala-402 bisa ditemukan dalam kondisi hidup.

"Keluarga masih berharap kru yang 53 orang itu masih hidup dan sehat. Karena selama ini belum ada bukti, misalkan jenazah," kata Sujarno.

Sujarno menceritakan, anaknya tersebut terakhir kali berkomunikasi dengan ibunya pada Senin (19/4/2021). Saat itu yang bersangkutan berpamitan untuk tugas latihan di Bali dengan KRI Nanggala-402.

"Pamitnya mau ke Bali latihan nyelam peluncuran rudal, sampai sekarang ini," ujarnya.

Selama menjadi anggota TNI AL, Ardi rutin berkomunikasi melalui sambungan telepon maupun SMS, dengan pihak keluarga di Tulungagung. Ia menambahkan, anaknya tersebut baru menikah sekitar empat bulan yang lalu. Saat ini istri Ardi masih berada di Surabaya.

(sun/bdh)