Anies Sebut DKI Ketergantungan Produk Pertanian, Khofifah Tawarkan Hasil Panen

Faiq Azmi - detikNews
Minggu, 25 Apr 2021 17:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan MoU dengan Pemkab Ngawi terkait ketahanan pangan beras. Anies didampingi Gubernur Khofifah
Anies Baswedan bersama Khofifah (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Ngawi - Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut Jakarta ketergantungan tinggi terhadap produk pertanian di luar DKI. Pasalnya, 92 persen wilayah di DKI Jakarta dipenuhi bangunan kota dan tersisa 8 persen kawasan hijau. Khusus di Jatim, Anies meminta support pangan beras.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya ingin mendapat akses market gabah dan beras yang lebih besar di DKI. Ia juga menawarkan pasokan daging sapi, daging ayam, hingga telur.

"Karena selama ini, suplai untuk DKI ada dari beberapa provinsi. Pertama, kami harap perluasan sentra produksi gabah dan beras di Jatim dapat akses pasar yang besar di DKI. Kedua, item bahan pangan lain, kita surplus daging sapi, daging ayam, telur. Pada posisi seperti itulah insyaallah ke depan terbangun proses saling profit peternak sebagai upaya ketahanan pangan juga di DKI," ujar Khofifah di Ngawi, Minggu (25/4/2021).

Mantan Mensos RI ini menyebut, Jatim surplus beras 3,5 juta ton. Dari jumlah surplus tersebut, diharapkan bisa diserap lebih banyak oleh DKI.

"Jadi market bagaimana beras dan padi produksi Gapoktan petani bisa ketemu market itu jadi bagian penting. Saya sampaikan ke Pak Anies, mudah-mudahan ada perluasan pasar," imbuhnya.

Khofifah berterima kasih kepada Pemprov DKI yang turut membantu menyerap produksi petani di Jatim.

"Terima kasih Pak Gubernur DKI melalui PT Food Station Cipinang Jaya, menyerap produksi padi dan beras. Jadi ada gabah kering panen, gabah kering giling, beras ada juga premium. Jadi ini varian produk yang solutif untuk bisa menjadi akses pasar bagi petani melakui Gapoktan," kata Khofifah.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hari ini berjumpa dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Keduanya bertemu di Madiun, Jawa Timur. Pertemuan Anies dan Khofifah ini cukup menyita perhatian mengingat keduanya pernah duduk di jajaran Kabinet Presiden Jokowi.

Meski demikian, keduanya membantah ada obrolan lain di luar kerja sama kedua provinsi. Anies dan Khofifah merupakan menteri Jokowi di Kabinet Kerja periode 2014-2019. Anies kala itu menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebelum akhirnya di-reshuffle. Sedangkan Khofifah sebelumnya menjabat Menteri Sosial. Pada 2018, dia mengundurkan diri lantaran akan maju ke Pilgub Jawa Timur.

Simak juga 'Momen Anies Baswedan saat Ikut Panen Raya di Cilacap':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)