Polisi, Kades, dan Pengusaha yang Tertangkap Pesta Sabu Jalani Asesmen

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 20:57 WIB
Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin
Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Oknum Polisi, Kepala Desa, dan pengusaha yang tertangkap tangan sedang pesta sabu di Banyuwangi menjalani prosedur asemen di BNN Provinsi Jatim. Hal ini sesuai dengan permohonan pengacara dan keluarga dari para pelaku pesta narkoba itu.

Hal ini, merupakan pelayanan pertama Polresta Banyuwangi memberikan kesempatan asemen terkait kasus narkoba.

Prosedur ini dilakukan terhadap siapapun yang diduga mengonsumsi narkotika. Ini merupakan pelayanan bagi pelaku untuk menentukan apakah orang tersebut bisa direhabilitasi atau tidak.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin membenarkan perihal tersebut. Dalam prosedur ini biasanya dilakukan tiga tes pemeriksaan. Yakni tes darah, tes urine, dan tes rambut.

"Kasus ini sedang berproses asesmen sekarang. Sebagaimana permohonan dari pihak keluarga (pelaku). Tentu ini yang pertama kali kita lakukan. Sementara di Polres atau polresta lain juga pernah ada," ujar Arman kepada detikcom, Selasa (20/4/2021).

Menurut Arman, kasus narkoba ini tidak semua dipidana. Dalam undang-undang narkotika sudah diatur, bahwa pengguna bisa mengajukan rehabilitasi. Tentunya sesuai persyaratan, misalnya bukan residivis dan bukan pengedar.

"Bukan kita yang menentukan, namun tim dari BNNP yang memutuskan apakah layak atau tidak untuk diproses penyidikan lebih lanjut," tambah Arman.

Selanjutnya, dari asesmen tersebut akan dibandingkan dengan barang bukti yang didapatkan. Dari penyelidikan barang bukti tersebutlah, petugas selanjutnya bisa menentukan apakah pelaku merupakan pengedar atau hanya sekedar penyalahgunaan narkoba.

"Barang bukti yang didapat itu hanya 0,17 gram. Sesuai Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) itu sudah diatur. Jika tidak, Lapas pasti penuh," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2