Soal Jumlah Manusia untuk Uji Klinis Vaksin Merah Putih, Unair Tunggu BPOM

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 11:42 WIB
Tim peneliti vaksin merah putih, rektor unair, Direktur Pendidikan Profesi dan Penelitian RSU dr Soetomo Surabaya dan Direktur Utama RS Unair
Rektor Unair Prof Dr M Nasih (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga (Unair) saat ini masih dalam uji preklinik pada hewan besar makaka. Setelah selesai maka tahap selanjutnya pelaksanaan uji klinis pada manusia sebelum diproduksi massal.

Lalu, dibutuhkan berapa relawan manusia untuk uji klinis?

Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih mengatakan, untuk uji klinis pihaknya menunggu instruksi BPOM. Karena jumlah orang yang akan diuji klinis berdasarkan rekomendasi BPOM.

"Belum, kami menunggu BPOM fase 1 berapa orang yang diambil dari mana saja BPOM yang akan merekomendasikan. Kemudian fase 2 berapa orang, itu kawan-kawan BPOM yang akan menentukan," kata Nasih di Gedung Rektorat, Selasa (20/4/2021).

Dari tim peneliti virus COVID-19 Unair, jelas dia, sudah siap untuk melakukan uji klinis. Meski pihaknya juga berharap ada sponsor.

"Ya pemerintah Insyaallah ada anggarannya, mudah-mudahan akan kita mintakan untuk bisa mensupport dana penelitian itu," ujarnya.

"Fungsi kami di sini sebagai peneliti, tidak yang lainnya. Kalau soal lain itu urusan di pemerintah dan BPOM serta industri," tambahnya.

Saat ditanya biaya uji klinis, Nasih menyebut hingga puluhan miliar rupiah. Sebab, nominal sebanyak itu juga untuk mengcover asuransi peserta dan menjamin keamanannya.

"Besar sekali, bisa puluhan miliar. Jadi itu bukan hanya soal obat saja, jarum suntik, di sana harus aman, peserta harus diasuransikan semua itung-itungannya harus komplit. Kalau hanya obatnya saja sih mungkin nggak terlalu, tapi kan semua harus dalam keadaan aman dan kita jamin sepenuhnya. Sehingga mereka yang bersedia menjadi relawan benar-benar terjamin dan perlu biaya yang cukup besar," tandasnya.

Sebelumnya, Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih menyebut, saat ini kondisi dan keadaan hewan besar makaka masih bugar dan lincah. "Keadaan sehat walafiat, masih tetap lincah, masih tetap bugar hewan-hewan yang kita suntikan dengan virus kita," kata Nasih di Gedung Rektorat.

Simak juga Video: Kapan Vaksin Merah Putih Bisa Diproduksi Secara Massal?

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)