UTBK-SBMPTN Gelombang Pertama: 27.138 Peserta Gugur Karena Tak Hadir

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 11:24 WIB
Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Mohammad Nasih
Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Mohammad Nasih/Foto: Esti Widiyana/detikcom
Surabaya -

UTBK-SBMPTN digelar serentak dalam sepekan terakhir. Namun dari 471.518 peserta se-Indonesia pada gelombang pertama, ada 27.138 yang dinyatakan gugur karena tidak mengikuti ujian.

"Untuk di tahap 1 yang tidak hadir 27.138 secara nasional. Yang hadir 444.380 peserta. Sehingga tingkat kehadirannya adalah 94,28 persen. Nanti yang hadir ini yang kita proses nilai dan lain-lain," kata Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Mohammad Nasih kepada wartawan di Universitas Airlangga (Unair), Selasa (20/4/2021).

Nasih menyebut, 65 persen dari total pendaftar mengikuti UTBK di gelombang pertama. Sementara 35 persen lagi akan mengikuti UTBK di gelombang kedua.

Menurutnya, untuk laporan ketidakhadiran dengan alasan positif COVID-19 belum ditemukan. Akan tetapi, masalah tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan dari pusat UTBK.

"Laporan-laporan berkaitan dengan COVID-19 kami masih belum dengar laporannya dari berbagai UTBK. Tapi itu sepenuhnya menjadi kewenangan dari pusat UTBK. Tidak hadir nggak ada laporannya, tidak masuk ruang ujian, dipastikan gugur," jelasnya.

Nasih kemudian menjelaskan soal kebijakan LTMPT. Misalnya di UNJ ada yang tidak masuk karena COVID-19 pada gelombang kedua, maka yang bersangkutan tidak bisa ikut UTBK tahun ini. Karena seat di UNJ sudah penuh sampai tanggal 4 Mei. Hal tersebut juga berlaku secara keseluruhan.

"Kalau misalnya, mohon maaf di UNJ ga bisa, sementara di Unair bisa karena seat-nya masih tersedia. Belum lagi nanti di gelombang 1 kena ini, itu, bisa, tapi gelombang dua ga ada kesempatan, karena ga ada lagi. Maka kita ambil kebijakan, baik gelombang 1 maupun gelombang 2 kalau tidak bisa mengikuti ujian dianggap gugur. Dan kita tidak bisa mengakomodasi itu untuk memberikan kesempatan pada semuanya. Prinsipnya di situ," jelasnya

Ia menambahkan, tingkat kehadiran peserta lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 90 persen. Sebab pada gelombang pertama tahun ini mencapai 94 persen.

Lihat juga Video: Pesan Semangat dari Nadiem Makarim hingga Hanin Dhiya Biar Siap Kuliah

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2