Tingkat Kehadiran Peserta UTBK Tahun Ini Naik Dibanding 2020

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 19:06 WIB
Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih.
Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih/Foto file: Esti Widiyana
Surabaya -

Hari ini merupakan hari keempat UTBK-SBMPTN. Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih mengatakan, tingkat kehadiran peserta UTBK tahun ini meningkat dibandingkan 2020.

"Tingkat kehadirannya semakin tinggi dibandingkan tahun lalu. Rata-rata hari pertama kemarin sudah 93 persen. Berarti naik paling tidak 2 poin dibandingkan 2020. Di Unair rata-rata sampai hari ini tingkat kehadiran 96 persen. Jadi ada peningkatan-peningkatan di tingkat kehadiran," kata Nasih yang juga Rektor Universitas Airlangga (Unair) kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Menurut Nasih, naiknya tingkat kehadiran juga karena kebijakan baru dari LTMPT. Di mana peserta yang sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), tidak diperbolehkan mengikuti UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Saat ditanya apakah ada peserta yang melapor tidak bisa ikut ujian karena COVID-19, Nasih mengaku pihaknya belum mendapat laporan terkait hal tersebut.

"Untuk kaitan COVID-19 belum ada laporan. Kami di sini juga aman-aman saja. Ketika kita sampling, semuanya negatif untuk antigennya. Sehingga tidak ada alasan untuk COVID-19," ujarnya.

Nasih mengatakan, LTMPT belum bisa mengakomodasi peserta yang terpapar COVID-19 untuk ujian susulan, dan lainnya. Karena, syarat rapid antigen ada di Jakarta. Oleh karena itu waktu cadangan sudah habis.

"Sisi lain, kami juga sulit kalau akomodasi di akhir. Yang bisa terakomodasi hanya yang gelombang pertama. Ketika ketemu di gelombang kedua, kita nggak bisa mengakomodasi lagi karena jadwalnya sudah tersusun seperti itu," jelasnya.

Ia juga menekankan kepada peserta yang berhalangan hadir untuk tidak patah semangat. Sebab, masih ada jalur lainnya yang bisa ditempuh selain SBMPTN.

"Sekali lagi masih banyak jalur yang lain. Nggak usah khawatir. Masih ada mandiri, masih ada macam-macam, swasta yang cukup bagus. Sehingga itu bisa menjadi pilihan. Mungkin takdirnya di situ dan itu pasti akan lebih baik," pungkasnya.

(sun/bdh)