Puluhan Knalpot dan Ban Motor Tak Standar Dimusnahkan di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 19:01 WIB
Polisi Mojokerto menyita 83 sepeda motor saat menggerebek arena balap liar. Puluhan knalpot dan ban tak standar yang dipasang pada motor-motor tersebut, hari ini dimusnahkan.
Polisi Mojokerto menyita 83 sepeda motor saat menggerebek arena balap liar/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Mojokerto -

Polisi Mojokerto menyita 83 sepeda motor saat menggerebek arena balap liar. Puluhan knalpot dan ban tak standar yang dipasang pada motor-motor tersebut, hari ini dimusnahkan.

Puluhan sepeda motor yang disita dari arena balap liar di Jalan Raya Desa Lengkong dan Domas, Kecamatan Trowulan kini diamankan di Mapolres Mojokerto. Puluhan motor milik penonton maupun pembalap liar itu terdiri dari berbagai tipe.

Mulai dari jenis matic, bebek hingga sport 250 cc. Banyak dari motor sitaan itu dipasangi knalpot brong, serta velg dan ban kecil. Tak sedikit pula yang tidak dilengkapi dengan STNK. Sehingga Satreskrim Polres Mojokerto menyelidiki asal usul kendaraan tersebut.

"Kami sita 67 knalpot dan ban yang tidak sesuai standar untuk menjamin ketertiban dan kenyamanan selama Ramadhan sekaligus mencegah kecelakaan lalu lintas," kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander saat jumpa pers di kantornya, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (19/4/2021).

Puluhan knalpot brong, serta velg dan ban kecil itu hari ini dimusnahkan setelah para pemiliknya membuat berita acara penyerahan ke polisi. Petugas memotong perlengkapan tak sesuai standar tersebut sehingga tidak bisa digunakan kembali oleh pemiliknya.

"Setelah selesai sidang tilang, para pemilik bisa mengambil kendaraannya di Polres Mojokerto. Namun, lebih dulu kami minta mengembalikan perlengkapannya sesuai standar," terang Dony.

Balap liar yang kerap terjadi di Jalan Raya Desa Lengkong dan Domas, lanjut Dony, selama ini meresahkan masyarakat. Warga sekitar yang akan sahur dan salat subuh menjadi terganggu. Selain itu, balap liar juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

"Langkah pencegahannya di titik-titik arena balap liar kami terjunkan personel. Memang balap liar sudah terkoordinir, mereka punya grup WA untuk saling berbagi informasi terkait ada atau tidaknya polisi di lokasi," ungkapnya.

Razia balap liar yang digelar Polres Mojokerto pada Minggu (18/4) dini hari menjadi bagian Operasi Mojokerto Sehat dan Tertib Ramadhan (Mesra). Operasi tersebut untuk membuat masyarakat merasa aman, nyaman dan tenteram. Khususnya selama Ramadhan.

"Juga kami aktifkan patroli untuk mengantisipasi gangguan keamanan berupa curat, curas dan curanmor. Kami tempatkan personel di titik-titik yang kami anggap rawan," jelas Dony.

Selain menyita 83 sepeda motor, polisi juga mengamankan 126 orang dari arena balap liar di Jalan Raya Desa Lengkong dan Domas. Dua di antaranya remaja perempuan. Mereka adalah pembalap liar dan para penonton.

"Para pemuda itu kami beri hipnoterapi agar tidak mengulangi balap liar dan menjadi generasi bangsa yang lebih produktif," pungkas Dony.

(sun/bdh)