Penelitian Vaksin Merah Putih Telah Pertimbangkan Mutasi 4 Virus COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 17:46 WIB
Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih
Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga (Unair) memperhitungkan adanya mutasi virus COVID-19 selama ini. Dan uji vaksin merah putih yang kini tengah dilakukan uji preklinik pada hewan besar makaka, sudah memperhatikan beberapa mutasi.

Empat mutasi virus Corona diketahui selama setahun ini menjadi D614G, B117, E484K dan B1525. Bahkan, di Indonesia khususnya Surabaya, sejak awal sudah masuk mutan D641G.

"Jadi desain ketiga platform itu sudah memperhatikan itu. Ini mutan yang paling utama dan paling penting D641G, karena semua mutasi varian di tempat lain masih memiliki G, semua memiliki G. Dari D jadi G atau glisin," kata Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih di Gedung Rektorat Unair C, Senin (19/4/2021).

Menurutnya, mutasi virus baru lainnya masih memiliki D614G di dalam strainnya. Kemudian, strain D berubah ke G ini yang digunakan dalam vaksin Merah Putih platform Unair.

"Varian baru yang muncul di Inggris, Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan India semuanya masih punya D614G. Strain kita tidak ada lagi strain Wuhan D614. Hasil penelitian kami sudah zero sejak akhir April. Semuanya sudah G sekarang," ujarnya.

Selain itu, tim peneliti Unair juga menggunakan mutasi E484K yang ditemukan di negara lain. Seperti di Jepang, AS, Inggris, India dan Brazil.

"Munculnya varian baru di lokasi lain sudah memperhatikan whole genome sequence yang dilakukan tim peneliti lengkap. Ini merupakan strain mutan, tapi mutan Indonesia ada D614G dan E484 tapi E-nya bukan K tapi D. Tapi lokasinya sama di sana. Ini spesifik untuk Indonesia. Kita tidak menggunakan varian dari Inggris karena mayoritas yang ada sekarang," jelasnya.

Nyoman mengatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menguji mutasi virus dari luar negeri dengan vaksin Merah Putih.

"Kita berharap semua hasil efikasinya (Menakar kemampuan vaksin) tinggi. Kita juga tidak bisa menjamin sudah menggunakan strain mutan (D541G) maka efikasinya bisa tinggi. Kita tunggu dari hasil uji klinisnya," pungkasnya.

(fat/fat)