Kampung Tangguh di Surabaya Bakal Isolasi Warga yang Nekat Mudik

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 14:14 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau kampung tangguh zona hijau di Surabaya. Kampung tangguh itu ada di RW 05, Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya.
Kampung tangguh di Surabaya (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Pemerintah menetapkan larangan mudik agar kasus COVID-19 tidak melonjak. Jika nekat mudik ke Surabaya, pemudik bakal diisolasi selama dua pekan.

Ketua Kampung Tangguh dan Ketua RW 14 Kalirungkut, Rungkut, Surabaya, Dermawan mengatakan, saat ini belum ada pemudik dari daerah ke wilayahnya. Kemudian, warga RW 14 juga belum ada yang mudik.

"Belum ada (pemudik). Selama ini yang kita tahu belum ada yang dari luar. Warga sendiri juga masih utuh, belum ada yang mudik," kata Dermawan kepada detikcom, Senin (19/4/2021).

Jika nantinya ditemukan pemudik, kampung tangguh akan melakukan pemantauan dan pengawasan. RW 14 Kalirungkut juga sudah mendapatkan pemberitahuan dan sosialisasi dari kelurahan, Linmas dan polsek. Kemudian dari RW juga sudah mensosialisasikan ke RT, bahwa ada aturan mudik yang dikeluarkan pemerintah.

"Sehingga, dari Linmas kita diberikan selebaran kalau ada yang pulang mudik atau datang dari daerah itu, RT siap mendata, diberikan formulir untuk diisi. Jadi kita tahu datanya," ujarnya.

Selama pemudik di Surabaya, maka akan diawasi selama dua pekan. Selain itu, pemudik juga harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari terlebih dahulu.

"Kita sudah sosialisasikan kalau ada pemudik dari luar Surabaya itu nanti tetap kita berikan informasi, mereka harus isolasi mandiri 14 hari. Artinya mereka percuma mudik dan menjadi pilihan tidak mudik," jelasnya.

Selain diawasi dan dipantau, Dermawan mengatakan, pemudik juga harus menunjukkan keterangan negatif COVID-19. Sebab, ia tidak ingin terjadi peningkatan kasus COVID-19 di wilayahnya karena ada pemudik yang terpapar.

"Iya, harus menunjukkan tes negatif COVID-19, otomatis menjadi persyaratan juga. Sekarang ada GeNose yang hasilnya cepat, harus punya itu. Kalau tidak, kita sepakat tidak akan memberikan kesempatan mereka untuk masuk wilayah kami. Karena wilayah kami sudah baik, kondusif jangan sampai rusak lagi gara-gara keteledoran," urainya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pemudik lokal maupun mudik lebaran 2021 sebelum tanggal 6-17 Mei, khususnya tujuan Surabaya akan diawasi RT/RW setempat. Itu untuk memastikan warga dari luar yang mudik ke Kota Surabaya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

"Pemudik sudah, insyaallah sudah kita koordinasikan dengan RT/RW. Siapa pun untuk melaporkan. Yang pasti harus dijaga betul prokesnya dan kondisi tubuhnya," pungkasnya.

(sun/sun)