Mojokerto Ingin Kunjungan Wisata Dilonggarkan Selama Mudik Lokal

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 13:33 WIB
Kepala Disporabudpar Kabupaten Mojokerto Amat Susilo
Kepala Disporabudpar Kabupaten Mojokerto Amat Susilo (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Adanya sinyal diizinkannya mudik lebaran di wilayah Gerbangkertosusila menjadi harapan tumbuhnya sektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto. Disporabudpar Mojokerto berharap Pemprov Jatim juga melonggarkan kunjungan wisata di wilayah aglomerasi tersebut selama mudik lebaran nanti.

"Kita sebagai orang timur, lebaran tidak mudik untuk sowan ke orang tua tidak enak. Dibolehkan mudik hanya Gerbangkertosusila, kami sangat senang, tapi protokol kesehatan (prokes) diketati dan harus dilaksanakan," kata Kepala Disporabudpar Kabupaten Mojokerto Amat Susilo kepada wartawan di kantornya, Jalan Jayanegara, Senin (19/4/2021).

Kebijakan pemerintah pusat membolehkan mudik di wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (Gerbangkertosusila), lanjut Amat, menjadi harapan tumbuhnya sektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto. Dia berharap Pemprov Jatim juga melonggarkan kunjungan wisata selama mudik lebaran nanti.

Karena pengunjung wisata di Bumi Majapahit selama ini banyak dari wilayah Gerbangkertosusila. Mereka biasa berwisata ke kolam renang Padusan-Pacet, pemandian air panas Padusan, air terjun Dulundung Trawas, petirtaan Jolotundo Trawas, Makam Troloyo Trowulan, Museum Trowulan, pemandian Ubalan Pacet, air terjun Coban Canggu Pacet, serta Candi Bajangratu, Candi Brahu dan Candi Tikus di Trowulan.

"Harapan kami orang-orang dari luar Mojokerto datang ke wisata kami pada libur lebaran nanti. Mereka kan membawa uang banyak ke Mojokerto. Artinya, uang yang beredar bertambah. Mudah-mudahan pariwisata tumbuh, ekonomi masyarakat meningkat," terangnya.

Selama pandemi COVID-19, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto sulit mencapai target. Triwulan pertama 2021, capaian PAD hanya 8 persen dari target tahun ini Rp 14 miliar.

Padahal triwulan pertama, pariwisata digadang-gadang menghasilkan Rp 2,8 miliar atau 20 persen dari target tahun ini. Pariwisata juga menjadi tumpuan hidup bagi sekitar 250 pelaku usaha mikro yang bejualan di tempat-tempat wisata.

"PAD kami tak bisa sesuai target. Selain pandemi juga karena musim hujan. Orang mau ke wisata ya malas," jelasnya.

Jika kunjungan wisata di wilayah Gerbangkertosusila diberi kelonggaran selama libur lebaran, kata Amat, semua objek wisata di Kabupaten Mojokerto siap menerapkan prokes secara ketat. Jumlah pengunjung juga akan dibatasi maksimal 75 persen karena Bumi Majapahit sudah menjadi zona kuning penyebaran COVID-19.

"Kalau pengunjung membludak saat libur lebaran, kami terapkan sistem buka tutup agar tidak terjadi kerumunan di tempat wisata," tandasnya.

Pemprov Jatim masih menggodok aturan teknis mudik lebaran di wilayah aglomerasi Gerbangkertosusila. Wagub Jatim Emil Dardak saat dikonfirmasi menyatakan teknis mudik lokal masih dibahas oleh Forkopimda Jatim. Termasuk, penyekatan di daerah-daerah aglomerasi.

"Kita masih merapatkan soal mudik lokal. Bisa mudik di dalam provinsi atau dalam kabupaten/kota. Misal orang dari Sidoarjo mau nengok ibunya di Surabaya. Kita masih nunggu arahan spesifik Forkopimda, kita akan matangkan mobilitas di dalam provinsi atau antar kabupaten/kota," ujar Emil saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (14/4/2021).

(iwd/iwd)