Round-Up

Perjalanan Uji Vaksin Merah Putih yang Tak Mau Ndisiki Kerso

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 09:17 WIB
Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih.
Rektor Unair Prof M Nasih (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Vaksin Merah Putih buatan Universitas Airlangga (Unair) sudah memasuki tahap uji preklinik hewan transgenik sejak 9 April 2021. Lalu, kapan uji klinis pada manusia akan dilakukan?

Rektor Unair Prof Mohammad Nasih mengatakan uji preklinik hewan transgenik ditargetkan rampung dalam 3 bulan. Namun, untuk uji klinis pada manusia masih belum boleh disiapkan.

"Belum boleh disiapkan, nanti dikira mendahului," kata Nasih kepada wartawan di Gedung Rektorat Unair Kampus C Surabaya, Jumat (16/4/2021).

Nasih menjelaskan, uji klinis baru bisa dilakukan setelah uji preklinik pada hewan. Setelah itu, baru dilaporkan ke BPOM untuk menindaklanjuti. Jika BPOM setuju untuk dijalankan, pihak Unair baru bisa menyusun uji klinis.

"Kalau kita mendahului nggak enak, nanti dikira ini itu. Sekali lagi uji pre klinik tuntas, hasilnya kita laporkan ke BPOM. Kemudian di sana (BPOM) rekomendasinya, lanjut atau gimana, kita susun protokolnya, izin keluar untuk uji klinisnya, baru kita lakukan uji klinisnya," ujarnya.

Nasih menambahkan Unair juga belum menyiapkan relawan manusia untuk uji klinis nanti. Sebab, ia tak ingin menjadi kontroversi lagi. Intinya, Unair tak ingin tergesa-gesa dan tetap mengikuti mekanisme yang ada.

"Nanti ndisiki kerso (Nanti Jangan mendahului kehendak Tuhan). Nanti jadi kontroversi lagi, nanti malah tidak sesuai dengan harapan kita semua. Memang harus sabar, telaten, berbesar hati untuk mengikuti semua hal yang ada. Toh sudah ada Sinovac, AstraZeneca. Secara teknis kita mengikuti mekanisme yang ada, kita nggak ingin grusa-grusu," jelasnya.

Sebelumnya, Nasih menyebut vaksin Merah Putih diprakirakan bisa dimanfaatkan akhir tahun. Nasih mengatakan uji klinis vaksin merah putih di selesai sekitar September hingga Oktober 2021. Sehingga, Unair berharap Oktober sampai November ini bisa mulai dimanfaatkan untuk vaksin COVID-19.

"Kemarin saya baca di detikcom itu bu kepala (Penny Kusumastuti Lukito) mengisyaratkan tampaknya mudah-mudahan dua bulan setelah uji klinis itu bisa dikeluarkan. Bu Penny menyampaikan begitu. Kami harap akan benar-benar ditepati. Sehingga mudah-mudahan Oktober-November sudah bisa dimanfaatkan dengan status pemanfaatan tertentu," jelasnya.

Simak video 'Kapan Vaksin Merah Putih Bisa Diproduksi Secara Massal?':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2