Pria di Ponorogo Ingin Lestarikan Ular Agar Hama Tikus Bisa Ditekan

Charolin Pebrianti - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 12:38 WIB
Berawal dari rescue hewan reptil yang ditemukan warga, Hentri bersama 40 orang lainnya membuat komunitas pencinta reptil. Komunitas ini bernama Ponorogo Exotic Animal Keeper alias PEAK.
Ponorogo Exotic Animal Keeper (PEAK)/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo -

Berawal dari rescue hewan reptil yang ditemukan warga, Hentri bersama 40 orang lainnya membuat komunitas pencinta reptil. Komunitas ini bernama Ponorogo Exotic Animal Keeper alias PEAK.

Reptil dipilih terutama ular karena Hentri tidak ingin terjadi seperti di Ngawi. Banyak hama tikus yang menyerang padi karena populasi ular berkurang.

"Saya nggak ingin Ponorogo seperti itu," tutur Hentri kepada wartawan, Sabtu (17/4/2021).

Pantauan detikcom, Hentri tampak telaten merawat beberapa reptil miliknya. Salah satunya ular sanca. Hentri pun memerhatikan kandang serta makanan ular kesayangannya itu.

"Untuk ular sendiri, biasanya kita kasih makan ayam tiren kurang lebih 2 minggu sekali," jelas Hentri.

Hentri memilih ular yang tidak berbisa untuk dirawat, supaya aman saat berinteraksi dengan orang asing. Ukurannya pun beragam. Mulai dari yang kecil hingga berukuran sebesar paha orang dewasa.

"Di sini ada jenis molu dan albino juga," kata Hentri.

Selain ular, anggota komunitas ini juga memelihara berbagai macam hewan lainnya. Seperti musang, biawak, kura-kura, tikus dan masih banyak yang lainnya. Sebab, komunitas ini tidak ingin terfokus pada satu jenis satwa.

"Sejak 2017 lalu kami mendirikan komunitas tujuannya untuk mengedukasi masyarakat soal perlindungan satwa terutama jenis reptil," papar Hentri.

Pihaknya sering mengadakan event animal fun di taman kota untuk mengedukasi para pengepul ular, agar tidak memperjualbelikan ular yang dilindungi.

"Kami mendapatkan satwa hasil dari rescue laporan warga. Kalau bisa dijinakkan kami pelihara, kalau tidak dilepasliarkan lagi," imbuh Hentri.

Disinggung soal biaya, lanjut Hentri, pihaknya menggunakan dana pribadi. Sebab, hewan peliharaannya menjadi tanggung jawab pemilik.

"Karena kan ini satwanya juga kepunyaan pribadi, jadi biayanya sendiri-sendiri juga," imbuh Hentri.

Tak hanya dipelihara, Hentri bersama komunitas PEAK ini juga mulai melakukan breeding. Tujuannya untuk jual beli di wilayah Keresidenan Madiun.

"Harapan ke depannya, semoga bermanfaat untuk kita. maupun untuk orang lain. Supaya masyarakat sadar dan peduli terhadap satwa. Sehingga satwa di Ponorogo tetap lestari," pungkas Hentri.

Tonton juga Video: Ular Kobra Masuk ke Rumah di Parepare, Warga Panik

[Gambas:Video 20detik]




(sun/bdh)