Bungker Tegalsari Surabaya Akan Jadi Ruang Publik, Ini Pesan Pencinta Sejarah

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 11:11 WIB
Pemkot Surabaya melakukan restorasi bungker Tegalsari. Bangunan itu akan dijadikan public space dan juga sentra PKL di sekitarnya.
Bungker Tegalsari, Surabaya/Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Surabaya -

Pemkot Surabaya tengah merestorasi bungker Tegalsari yang masuk cagar budaya. Ini pesan pencinta sejarah untuk pemkot.

Bangunan itu akan dijadikan public space dan juga sentra PKL di sekitarnya. Restorasi bungker Tegalsari dimulai tahun lalu dan dilanjutkan tahun ini. Pengerjaannya ditargetkan rampung pada Mei mendatang, dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 400 juta.

Pencinta sejarah Kota Surabaya, Kuncarsono Prasetyo mengatakan, bungker tersebut sempat menjadi tempat tinggal dan warung kopi.

"Bungker Tegalsari kan kemudian dijadikan tempat jualan, warkop, setelah itu dijadikan rumah tinggal dan warung kopi, dan dijadikan kantor satgas. Saat ini mau dijadikan ruang publik," kata Kuncarsono kepada detikcom, Sabtu (17/4/2021).

Ia berharap ada dua langkah penyelamatan dari Pemkot Surabaya untuk bangunan cagar budaya itu. "Artinya bangunan cagar budaya itu kan ada dua tahapan penyelamatan. Yakni perlindungan dan yang kedua pemanfaatan. Seharusnya bisa mengikuti perkembangan zaman, cocok kemudian kalau bungker Tegalsari dijadikan public space, ruang interaksi, tetapi tidak mengubah pola visual fisiknya," ungkap Kuncarsono.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Kuncar menambahkan, Pemkot tidak hanya mengubah fungsinya sebagai public space saja. Melainkan harus dilengkapi literasi sejarah di Kota Pahlawan sebagai bangunan cagar budaya. Agar para milenial bisa paham.

"Jika memang referensinya lengkap bisa dijadikan story board-nya. Jadi ada catatannya. Bila perlu ada foto lama jika kemudian referensinya banyak seperti foto dan literatur segala macam bisa ditempel," ujar Kuncar.

"Jadi bangunan cagar budaya itu punya daya tarik ekonomi. Karena selama itu tidak punya manfaat ekonomi dia terancam dibongkar," lanjut Kuncar.

Bungker Tegalsari berada dekat kantor Polsek Tegalsari, yang dibangun pada masa Hindia Belanda. Ia menyayangkan, literasi sejarah bangunan di Kota Surabaya terpotong-potong dan belum lengkap secara menyeluruh.

"Sayangnya kita ini tidak punya data yang lengkap tentang semua bangunan. Jadi cuma terpotong-potong. Ada ini, baru diteliti dan seterusnya," ujar Kuncar.

Kuncar pun membandingkan saat dirinya mempelajari tentang pencatatan bangunan cagar budaya di Singapura. "Dan di sana malah lebih lengkap. Bahkan sekelas ruko aja diteliti, mulai gaya bangunan, mulai arsitekturnya dan lebih detail," pungkas Kuncar.

Tonton juga Video: Kisah Arca Joko Dolog yang Gagal ke Negeri Belanda

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)