Sandi Record Sebut Rhoma Irama Dapat Hak Ekonomi dari Lagu Unggahan di YouTube

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 20:07 WIB
sandi record
Sandi, pemilik Sandi Record (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Sandi Record memenangkan gugatan yang dilayangkan oleh Rhoma Irama atas lagu-lagu yang diterbitkan. Dapur rekaman ternama pada media 2000-an di Banyuwangi ini terbebas dari gugatan Rp 1 miliar yang dilayangkan oleh raja dangdut itu.

Sandi, pemilik Sandi Record mengaku telah membayar seluruh karya milik Rhoma Irama sebanyak Rp 533 juta dari 72 lagu yang dinyanyikan oleh artis lokal hingga artis nasional.

Lagu-lagu yang direkam sejak 10 tahun lalu itu kembali diunggah ke Channel YouTube dan Amazon. Dari pengunggahan lagu-lagu itu, sebenarnya Rhoma Irama juga mendapatkan hak ekonomi.

"Pertama kali sidang saya sempat datang. kami disuruh bayar lagi, ya ndak mungkin. Karena saat kita posting di YouTube dan Amazon, Rhoma Irama mendapatkan hak ekonomi. Itu sudah diterima oleh publisher milik Rhoma Irama yakni PT Arga," ujar Sandi kepada detikcom, Jumat (16/4/2021).

"Hak ekonomi itu dibagi juga. Saya juga mendapatkan. Tapi kan sama YouTube langsung dibagikan. Hak saya segini, dan hak Rhoma Irama juga segini. Tidak campur," tegasnya.

Dalam persidangan, kata Sandi, pihaknya menunjukkan bukti transfer kepada Rhoma Irama. Untungnya, dirinya memiliki bukti transfer dan pembayaran melalui orang kepercayaan Rhoma Irama.

"Wah itu kenapa digugat. Saya tunjukkan bukti pembayaran di persidangan, otomatis (gugatan) ditolak karena kewajiban kita sudah kita lakukan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Raja dangdut Rhoma Irama kalah melawan Sandi Record. Rhoma Irama menggugat Sandi Record sebesar Rp 1 miliar terkait royalti lagu miliknya. Gugatan itu dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam gugatannya, Sandi dianggap sudah melanggar hak cipta karena memproduksi dan mengunggah lagu-lagu ciptaan Rhoma ke YouTube tanpa izin. Rhoma merasa tidak pernah memberikan izin untuk 30 lagu yang diunggah Sandi ke YouTube.

Namun Pengadilan Negeri Surabaya menolak gugatan tersebut dengan alasan Sandi Record sudah membayarnya. Dalam persidangan, tergugat dalam hal ini Sandi Record ternyata mempunyai bukti bahwa telah membayar royalti.

"Ya betul. Ditolak karena gugatan hak cipta yang didalilkan oleh Haji Rhoma Irama tentang pembayaran royalti itu ternyata dari tergugat sudah bisa dibuktikan bahwa dia sudah membayar," jelas humas PN Surabaya Martin Ginting kepada detikcom, Jumat (16/4/2021).

(iwd/iwd)