Ada Stimulus Rp 50 Juta untuk Rumah Rusak Berat Dampak Gempa Malang

Adhar Muttaqien - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 21:31 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah di Tulungagung (Foto: Adhar Muttaqien)
Tulungagung -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyebut para korban gempa bumi yang rumahnya mengalami rusak berat bakal mendapatkan stimulus Rp 50 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pernyataan itu disampaikan saat peresmian gedung SMP Al Hikmah Mlathen Tulungagung. Menurutnya stimulus dari BNPB tersebut dibagi menjadi tiga kategori, ringan, sedang, dan berat.

"Yang rusak berat stimulannya Rp 50 juta, di luar dari ongkos tenaga kerjanya. Kalau yang sedang stimulannya Rp 24 juta, kalau yang ringan stimulannya Rp 10 juta," kata Khofifah Indar Parawansa, Rabu (14/4/2021).

Menurutnya, selain stimulus, pada masa tanggap darurat bencana, terdapat beberapa mata anggaran yang bisa dimanfaatkan, untuk mempercepat penanganan dampak bencana, salah satunya biaya tidak terduga (BTT).

"Pemprov ada BTT, kabupaten ada BTT, tapi stimulan untuk pengganti rusak ringan sedang dan berat dari BNPB ada stimulannya," ujarnya.

Khofifah menambahkan, untuk mempercepat penanganan dampak gempa, dibutuhkan gotong royong antara pemerintah kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat.

"Bareng-barang ini (penanganannya) semua harus dihitung secara cermat, hari ini kami mohon ada percepatan validasi," jelasnya.

Ia berharap masing-masing RT maupun RW yang terdampak, bisa memasang pengumuman terkait seluruh warga yang terdampak gempa hingga klasifikasi kerusakan yang dialami.

Sementara itu, hingga saat ini Pemprov Jatim dan daerah tedampak terus bergerak untuk melakukan upaya validasi. "Saya berharap tujuh hari ini bisa diselesaikan," ujarnya.

Gubernur menjelaskan, pihaknya juga telah mendistribusikan bantuan berupa tenda, terpal hingga tikar. Peralatan itu dimanfaatkan untuk tempat ibadah yang mengalami kerusakan berat.

"Yang musalanya rusak berat, mereka butuh opsi untuk melakukan solat tarawih. Mudah-mudahan ini bisa tersisir. Tidak ada jaminan semua akan tersapa, karena areanya sangat luas," jelas Khofifah.

Sedangkan dari laporan yang masuk ke pemerintah provinsi, beberapa kabupaten/kota yang terdampak gempa di Jatim, wilayah paling parah berada di Malang dan Lumajang, sedangkan lainnya masih relatif rendah.

"Yang terdampak relatif berat Malang dan Lumajang, yang relatif agak ringan itu Blitar. Jadi ini yang sebetulnya fokus pada percepatan penanganan dampak gempa kemarin," imbuhnya.

Simak video '678 Rumah di Lumajang Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6,1 di Malang':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)