Mu'ti Menguat Gantikan Nadiem, Pakar Sebut Tantangannya Stunting Pendidikan

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 21:09 WIB
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Muti
Foto: Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti (Sachril/detikcom)
Surabaya -

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti muncul dalam bursa reshuffle kabinet yang tengah memanas. Mu'ti dikabarkan siap menggantikan Nadiem Makarim yang dinilai kurang menunjukkan performanya.

Pakar politik Universitas Airlangga Prof Kacung Marijan Ph.D mengatakan ada dua opsi siapa yang akan menduduki kursi mendikbud. Pertama tetap dilanjutkan Nadiem, kedua diisi oleh Bambang Brodjonegoro atau diisi orang lain yang punya performa lebih baik.

Meski begitu, lanjut Kacung, siapapun mendikbud yang akan mendudukinya akan mempunyai tantangan besar yang ia sebut sebagai stunting pendidikan. Tantangan itu muncul sebagai imbas pandemi COVID-19 selama setahun ini, sehingga dunia pendidikan seperti mengalami kekurangan asupan.

"Sekarang kan bahaya karena stunting pendidikan. Jadi tingkat asupan yang gak sampai. Asupannya itu kecil. Jadi tantangan di kementerian adalah menghadapi stunting pendidikan yang telah terjadi setahun terakhir ini," jelas Kacung kepada detikcom, Rabu (14/4/2021).

"Jadi sepanjang Mas Nadiem bisa mengatasi ini (stunting pendidikan) ya gak apa-apa. Sekali lagi untuk mengatasi stunting pendidikan ini kan gak mudah. Siapapun orangnya pasti tidak mudah," imbuhnya.

Menurut Kacung, pada saat situasi stunting pendidikan ini, memang dibutuhkan terobosan yang konkret. Tak hanya itu, ia juga mengimbau agar memanfaatkan berbagai komunitas pendidikan di level bawah agar materi pendidikan sampai kepada siswa yang menggunakan sarana digital.

"Tapi sekali lagi memang membutuhkan terobosan-terobosan yang konkret mengatasi stunting pendidikan ini. Jadi tidak sekedar misalnya mau menambah biaya pulsa, karena solusinya kan masih verifikatif selama ini," terang pria yang menjabat Wakil Rektor Universitas NU Surabaya (Unusa) itu.

"Barangkali juga perlu pemanfaatan komunitas-komunitas pendidikan di level lebih bawah. Makanya perlu juga kerjasama kelompok-kelompok masyarakat di mana pendidikan itu tidak hanya di kegiatan sekolah. Karena sekarang kan belum banyak inovasi-inovasi pembelajaran," tandas Kacung.

Sebelumnya, di tengah isu reshuffle kabinet yang memanas, nama Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kembali muncul di bursa. Kali ini Mu'ti tidak muncul di bursa calon wakil menteri, melainkan mengemuka sebagai calon menteri pengganti Nadiem Makarim, yang isu santernya akan kena reshuffle kabinet.

(iwd/iwd)