Vaksin Merah Putih Mulai Diujicobakan Hewan Besar dari AS

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 14:47 WIB
Rektor Unair Prof Mohammad Nasih
Rektor Unair Prof M Nasih (Foto: Esti Widiyana/detikcom)

Hewan tersebut baru bisa dipakai setelah menyelesaikan persoalan administrasi. Karena hewan harus masuk karantina terlebih dahulu, agar tidak menyebar penyakit yang lain, sebab ini hewan khusus.

"Pada tanggal 9 April kemarin penyuntikan pertama dan kita ikuti secara terus menerus. Mudah-mudahan, kami ingin ini berjalan lancar (Vaksin merah putih) dan kita berharap agak diam-diam dulu sebelum nanti semuanya. Mudah-mudahan 2 bulan untuk hewan semuanya lancar dan mulai uji kliniknya di bulan Juli/Agustus. Kalau itu bisa dilakukan, bagus," jelasnya.

Nasih menjelaskan, alasan mengambil hewan dari AS untuk uji coba vaksin merah putih ini karena di Indonesia belum ada atau transgenik. Makanya diperlukan hewan yang khusus.

"Di Indonesia belum ada yang memproduksi atau membudidayakan itu. Ya, iklim riset di kita masih begini, jadi tidak mudah. Sedangkan di Amerika, China sudah siap sejak awal, infrastruktur dan lain-lain, mereka siapkan. Nanti kita di sini kan belum itu, standartnya harus internasional, harus betul-betul gimana sehingga diakui WHO. Kalau nggak kan ternyata menggunakan tikus got," urainya.

"Ini uji coba ke hewan besar yang mendekati manusia. Uji coba dilakukan kerja sama dengan biotis di Gunung Sindur, Jabar," imbuhnya.

Halaman

(fat/fat)