Menristek Targetkan Vaksin Merah Putih Digunakan di Triwulan Kedua 2022

Mohamad Rizal - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 23:40 WIB
Vaksin Merah Putih buatan Unair akan dilakukan uji tahap 4 validasi dan uji praklinis. Uji validasi akan dilakukan di lab BSL dan mitra BIOTIS mulai Desember 2020 hingga Oktober 2021.
Menristek Bambang (Esti Widiyana/detikcom)
Jakarta -

Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menargetkan vaksin Merah Putih bisa digunakan dalam program vaksinasi nasional pada 2022. Ia memastikan, proyek pengembangan vaksin nasional itu tak terpengaruh oleh mutasi baru Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

"Masih sesuai time line, karena Bio Farma sendiri sedang fokus untuk Sinovac," kata kata Bambang PS Brodjonegoro dalam pesan yang diterima detikcom, Rabu (7/4/2021).

Bambang optimistis vaksin Merah Putih bisa masuk program vaksinasi pada 2022. Dia menargetkan vaksin Merah Putih paling lambat disuntikkan sekitar April atau triwulan kedua tahun depan.

"Paling lambat triwulan kedua 2022, mudah-mudahan sudah bisa ikut program vaksinasi," jelasnya.

Sampai saat ini, lanjut Bambang, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman sudah menyiapkan bibit vaksin subnit protein rekombinan ekspresi mammalian dan sedang menyelesaikan yang ekspresi ragi. Begitu juga Universitas Airlangga (UNAIR) akan melakukan uji praklinis sebelum masuk pada manufaktur.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Eijkman Amin Soebandrio mengatakan mutasi virus Corona penyebab COVID-19 menjadi tantangan dalam pengembangan vaksin Merah Putih. Saat ini beberapa varian mutasi virus Corona penyebab COVID-19 berasal dari Inggris (B 117), Asia Afrika (B.1.351), dan Brasil (B.1.1.28).

Apakah mutasi virus Corona itu akan menghambat pengembangan pembuatan vaksin Merah Putih? "Sebagai vaksin yang masih tahap pengembangan dan juga disiapkan untuk kesinambungan, maka lebih baik kalau bibit vaksinnya sudah diuji juga dengan varian virus baru agar efficacy-nya (kemanjurannya, red) tinggi," jawab Bambang seperti dikutip dari Antara, Rabu (7/4).

(lir/lir)