Gempa Malang Menurut Primbon Jawa Pertanda Pagebluk Akan Berakhir, Benarkah?

Erliana Riady - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 20:15 WIB
Khofifah Tinjau 3 Lokasi Terdampak Gempa Malang, Pastikan Tempat Pengungsian Memadai
Gubernur Khofifah tinjau lokasi (Foto file: Faiq Azmi/detikcom)
Blitar -

Dalam kearifan lokal masyarakat Jawa, fenomena alam seringkali dikaitkan dengan primbon. Termasuk gempa Malang yang disebut pertanda akan berakhirnya pagebluk atau wabah.

Seperti adanya gempa bumi atau Lindu di bulan penanggalan Jawa, Sabtu (10/4/2021). Yakni di bulan Ruwah dan terjadi pada siang hari menurut primbon akan berakhirnya pagebluk atau wabah seperti Corona saat ini.

"Pada akhirnya akan seperti itu (Berakhirnya pagebluk). Namun ada riak-riak menuju landai. Seperti sakit demam berdarah, menjelang sakit akan panas tinggi. Skema pelana kuda, menurut saya seperti itu," kata Ketua Penghayat Kepercayaan Blitar, Hari Langit kepada detikcom, Senin (12/4/2021).

Semua yang tergelar di alam, lanjut dia, merupakan kejadian sebab-akibat. Seperti penggundulan hutan yang menjadi pemicu timbulnya global warming. Kondisi ini menimbulkan cuaca ekstrem yang tidak bisa diprediksi.

Dalam kearifan lokal masyarakat Jawa, fenomena alam seringkali dikaitkan dengan primbon. Termasuk terjadinya gempa Malang yang disebut pertanda akan berakhirnya pagebluk atau wabahFenomena alam seringkali dikaitkan dengan primbon/ Foto: Erliana Riady

"Nah, riak-riak menuju berakhirnya pandemi ini bisa jadi jumlah kematian akibat Corona tinggi. Panen banyak yang gagal karena musim ekstrem, sehingga harga-harga pangan jadi mahal," paparnya.

Primbon, juga banyak dipelajari kalangan santri Nahdlatul Ulama (NU). Sebuah kitab dengan huruf Arab Pegon, yakni bahasa Jawa yang ditulis dalam aksara Arab juga menulis fenomena itu. Bunyinya seperti ini:

"Lamun ono lindu wulan sya'ban rahina alamat akeh wong mati lan sembarang larang. Lamuno ono lindu wulan Ramadhan rahina alamat akeh wong sulat dadi tukaran. Lamun lindu Ramadhan wengi alamat akeh wong ngalih".

"(Ketika ada gempa bulan Syaban pada siang hari pertanda banyak orang mati dan pangan mahal. Jika ada gempa bumi bulan Ramadhan siang hari pertanda banyak orang bertengkar. Jika ada gempa bulan Ramadhan malam hari pertanda banyak orang berpindah)".

Simak video 'Data Lengkap Korban & Kerusakan Akibat Gempa Malang':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2