Epidemiolog Sayangkan Mudik Dilarang Tapi Tempat Wisata Masih Dibuka

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 17:33 WIB
Poster
Ilustrasi mudik (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Surabaya -

Mudik 2021 resmi dilarang 6 hingga 17 Mei 2021. Selain itu, transportasi umum, baik udara, darat dan laut juga dilarang beroperasi. Kendati demikian, tempat wisata masih boleh buka.

Pakar epidemiologi asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr Windhu Purnomo menyayangkan hal ini. Windhu mengatakan membiarkan tempat wisata buka juga memicu penularan COVID-19.

"Jadi artinya itu tidak tuntas. Gampangnya begini, mengurangi imported case tetapi membiarkan transmisi lokal. Orang luar Jatim tidak boleh datang ke Jatim kan. Transportasi tidak jalan ke Jatim, tidak ada imported case. Tapi Jatim boleh membuka tempat wisata, berarti kan membiarkan terjadinya penularan lokal," kata Windhu saat dihubungi detikcom di Surabaya, Jumat (9/4/2021).

"Mestinya baik transmisi lokal, atau imported case itu sama-sama tidak boleh terjadi," imbuhnya.

Windhu menambahkan seharusnya pemerintah sejak dulu bisa fokus dalam penanganan COVID-19. Jika tidak, tren penularan di Indonesian tak akan turun.

"Jadi nggak tuntas. Karena memang kita ini selalu tadi, keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi. Selalu itu. Mulai awal sejak zaman dulu di Indonesia kita ini selalu tak pernah fokus di kesehatan masyarakat. Padahal kalau mau betul-betul bisa menghentikan penularan ya fokusnya menghentikan kegiatan masyarakat. Penularan terjadi karena adanya pergerakan dan interaksi," tegasnya.

Tonton video 'Ini Kendaraan dan Warga yang Boleh-Tidak Boleh Mudik via Darat':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2