Operasi Pekat di Banyuwangi Didominasi Kasus Premanisme

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 19:59 WIB
polresta banyuwangi
Para pelaku kejahatan yang diamankan dalam operasi pekat (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Ratusan preman dan pelaku kejahatan di Banyuwangi diamankan. Total sebanyak 439 orang yang diamankan dari 353 kasus selama pelaksanaan operasi penyakit masyarakat (pekat).

Dari 439 orang yang diamankan, sebanyak 220 preman diringkus dari 177 kasus premanisme yang terjadi di Banyuwangi.

"Paling banyak kita mengungkap kasus premanisme mencapai 177 kasus dengan jumlah tersangka 220," ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada detikcom, Kamis (8/4/2021).

Penangkapan para preman ini dilakukan untuk memberikan rasa aman masyarakat Banyuwangi menjelang bulan Ramadhan. Tak hanya itu, pihaknya berkomitmen menghapus premanisme karena Banyuwangi merupakan kota wisata.

"Tentu ini menjadi PR kami menjelang Ramadhan. Dan tentunya, sebagai Kota wisata, Banyuwangi harus bebas preman," tambahnya.

Selain premanisme, polisi berhasil mengungkap kasus di antaranya, prostitusi, pornografi, judi, narkoba, petasan atau mercon dan minuman keras (miras). Ratusan kasus itu, tergabung dari seluruh jajaran Polsek di Polresta Banyuwangi. Operasi itu, dimulai sejak 22 Maret hingga 2 April 2021.

Selain premanisme, polisi juga menangkap empat orang dalam kasus prostitusi, dua orang kasus pornografi, 39 kasus judi dengan jumlah tersangka 61 orang dan 37 kasus narkoba dengan jumlah tersangka 45 orang. Kasus miras mencapai 92 kasus dengan jumlah tersangka 105 orang. Sedangkan untuk kasus petasan atau mercon, hanya ada dua kasus dengan tersangka sebanyak dua orang.

"Semuanya masih dilakukan penyidikan lebih lanjut untuk pengembangan selanjutnya," ungkapnya.

Paling menarik dalam pengungkapan kasus selama operasi pekat ini, anggota mengamankan seseorang muncikari yang berjualan melalui twitter. Penyedia jasa esek-esek itu, menjual anak buahnya dengan harga bervariasi diantara Rp 500-800 ribu.

"Penyedia jasa ini dihubungi pelanggan, ia diminta menyediakan orang untuk melayaninya. Sehingga ada transaksi di antara mereka," pungkasnya.

(iwd/iwd)