Penyakit Masyarakat di Jombang Didominasi Premanisme dan Peredaran Miras

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 21:42 WIB
Polres Jombang menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama 12 hari menjelang Bulan Suci Ramadhan. Dari operasi ini terungkap penyakit masyarakat di Kota Santri didominasi aksi premanisme dan peredaran minuman keras (miras).
Jumpa pers Polres Jombang/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jombang - Polres Jombang menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama 12 hari menjelang Bulan Suci Ramadhan. Dari operasi ini terungkap penyakit masyarakat di Kota Santri didominasi aksi premanisme dan peredaran minuman keras (miras).

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, Operasi Pekat Semeru 2021 digelar sejak 22 Maret sampai 2 April. Selama 12 hari operasi, pihaknya membongkar 159 kasus dan meringkus 187 tersangka.

"Yang paling menonjol kasus premanisme, miras dan narkoba," kata Agung saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Selasa (6/4/2021).

Hasil Operasi Pekat yang digelar Polres Jombang yaitu membongkar 75 kasus premanisme dengan 88 tersangka, 11 kasus judi dengan 19 tersangka, 2 prostitusi dengan 2 tersangka, 44 kasus peredaran miras dengan 46 tersangka, 26 kasus narkoba dengan 29 tersangka, serta 1 kasus kriminal jalanan dengan 3 tersangka.

Agung memperkirakan, tingginya kasus premanisme di Kota Santri salah satunya karena dampak pandemi COVID-19. "Pemicunya karena banyaknya pengangguran di Jombang mungkin karena pandemi COVID-19. Sehingga premanisme meningkat. Ini akan kami sampaikan ke Pemerintah Daerah, mungkin ada solusi supaya premanisme semakin menurun," terangnya.

Selain meringkus 187 tersangka, polisi juga menyita berbagai barang bukti. Dari kasus premanisme, petugas menyita uang tunai Rp 9.682.400, dari kasus judi diperoleh barang bukti uang tunai Rp 243.000, 1 ponsel, 8 lembar rekapan, buku tabungan dan kartu ATM.

Dari kasus prostitusi, polisi menyita barang bukti uang Rp 135.000, bantal, sprei dan guling. Dari kasus miras 504 liter arak disita. Kasus narkoba mendapatkan barang bukti 4.827 pil dobel L dan 18,19 gram sabu. Sedangkan barang bukti kasus kriminal jalanan 6 batre tower seluler dan sebuah mobil penumpang. (sun/bdh)