Angka Kematian dalam Kasus COVID-19 di Jatim Tembus 10 Ribu, Ini Sebarannya

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 11:24 WIB
Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi
Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi/Foto file: Faiq Azmi
Surabaya - Angka kematian dalam kasus COVID-19 di Jatim tertinggi secara nasional. Hingga Rabu (7/4), jumlah kematian mencapai 10.109 atau 7,15 persen dari kasus positif.

Kota Surabaya menjadi daerah dengan angka kematian tertinggi. Tercatat, ada 1.355 kematian dalam kasus COVID-19 di Surabaya. Kemudian di Sidoarjo sebanyak 611 kematian.

Kota Malang menjadi daerah terbanyak ketiga di Jatim soal jumlah angka kematian dalam kasus COVID-19. Sebanyak 569 kematian terjadi di Kota Malang. Selanjutnya Banyuwangi dengan 561 kematian dalam kasus COVID-19.

Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengakui, angka kematian masih menjadi pekerjaan rumah di Jatim.

"Pekerjaan rumah kita memang kematian. Kematian ini kita pelajari, dihitung, itu perlu dikaji lebih detail. Karena Sebagian besar kematian itu adalah terjadi pada orang-orang lansia, premorbid," ujar dr Joni di Kantor Gubernur Jatim, Rabu (7/4/2021).

Joni membeberkan, banyak kematian dalam kasus COVID-19 di Jatim terjadi akibat keterlambatan pasien masuk rumah sakit. Hal itu diperparah dengan penyakit bawaan atau komorbid pasien.

Sebanyak 91 persen lebih kematian dalam kasus COVID-19 di Jatim disertai komorbid. Ada sejumlah komorbid yang banyak menyertai kasus kematian. Seperti jantung, hipertensi, gagal ginjal hingga diabetes.

"Apa kematian ini terjadi di rumah sakit apa di masyarakat. Tapi yang jelas contoh di RSU dr Soetomo kematian ICU-nya 48 persen. Itu kecil, karena di dunia pun 70-80 persen. Kita terus bebenah, yang paling banyak itu kasus keterlambatan datang di RS. Jadi kematian di UGD tinggi," bebernya.

Berikut sebaran jumlah angka kematian dalam kasus COVID-19 di Jatim:

1. Kota Surabaya, 1.355 kasus kematian
2. Sidoarjo, 611 kasus kematian
3. Kota Malang, 569 kasus kematian
4. Banyuwangi, 561 kasus kematian
5. Jombang, 492 kasus kematian
6. Kabupaten Blitar, 480 kasus kematian
7. Jember, 449 kasus kematian
8. Kabupaten Kediri, 412 kasus kematian
9. Tuban, 377 kasus kematian
10. Gresik, 351 kasus kematian
11. Nganjuk, 295 kasus kematian
12. Kabupaten Pasuruan, 274 kasus kematian
13. Lumajang, 260 kasus kematian
14. Trenggalek, 259 kasus kematian
15. Magetan, 246 kasus kematian
16. Ponorogo, 217 kasus kematian
17. Situbondo, 194 kasus kematian
18. Kabupaten Probolinggo, 189 kasus kematian
19. Kota Mojokerto, 174 kasus kematian
20. Kabupaten Malang, 173 kasus kematian
21. Kabupaten Madiun, 166 kasus kematian
22. Lamongan, 166 kasus kematian
23. Bangkalan, 165 kasus kematian
24. Kota Pasuruan, 165 kasus kematian
25. Kota Probolinggo, 151 kasus kematian
26. Bondowoso, 146 kasus kematian
27. Ngawi, 144 kasus kematian
28. Kota Kediri, 138 kasus kematian
29. Bojonegoro, 134 kasus kematian
30. Kota Madiun, 132 kasus kematian
31. Kota Batu, 127 kasus kematian
32. Sumenep, 108 kasus kematian
33. Kota Blitar, 103 kasus kematian
34. Pamekasan, 87 kasus kematian
35. Kabupaten Mojokerto, 69 kasus kematian
36. Pacitan, 64 kasus kematian
37. Tulungagung, 64 kasus kematian
38. Sampang, 42 kasus kematian.

Tonton juga Video: Angka Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Alami Penurunan

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)